Novel ku

KISAH-Q DAN MEREKA

Hidup didunia ini terasa begitu cepat, sekilat bertambahnya usia-ku, secepat aku kehilangan orang tua-ku, Ayah yang membesarkan dan mendidik ku dengan penuh kasih sayang sewaktu aku kecil.

Dalam rangka Ulang Tahun Q ke-23 dan Mengenang 5 tahun kepergian orang tuaku.
Saya persembahkan Cerita Nyata Yang Kualami, yang ku Lihat dan yang ku Dengar. Untuk mu semua yang telah berbuat baik….

Oleh: http://www.andiethk.wordpress.com

BAB I
Pagi itu langit cukup cerah, seolah ia datang membawa sejuta hikmah. Menghantarkan segenggam petunjuk arah bagi mereka yang tau bahwa amanah hidup adalah sebuah anugerah.
Nampaknya langit enggan menampakkan mendungnya walau hari-hari ini sudah mulai terasa memasuki musim hujan. Segarnya udara pagi menyambut, serasa melupakan hari ku yang kalut. Sejuknya udara telah memberikan energi positif bagiku untuk menghadapi kenyataan hidup, dan mendorong ku tak boleh takut.

Aku pun tak luput, jika hari itu adalah hari kedua aku minginjakkan langkah kaki untuk “sambatan” membangun madrasah. Madrasah tempat aku dulu belajar dan mengaji. Madrasah tempat aku mengajar kini. Di Madrasah Ibtida’iyah (M.I) Al Ma’arif Gendingan.
Di sekolah kecil ini, pernah melahirkan Seorang yang bisa dibilang tokoh nasional bagi kami. Seorang lulusan yang cukup membanggakan. Ya beliau pernah mengenyam pendidikan di sekolah ini waktu kecil dulu. Beliau sekarang menjadi anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) di Jakarta. Beliau juga pernah menjadi wakil rakyat duduk sebagai anggota DPR-MPR RI dari Fraksi PKB. Beliau adalah sosok yang juga cukup dekat dengan KH.Abdurrahman Wahid, Alm. Putra Bangsa peletak Demokrasi sekaligus Kyai yang susah ditebak pemikirannya itu. Karena kedekatannya itu, beliau oleh Gus Dur sempat dinobatkan menjadi Ketua Umum PKB yang lagi bergejolak perpecahan. Beliau adalah Dr. H. Ali Maskur Musa M.Si. murid MI Al Ma’arif Gendingan

Sekolah itu hari ini akan mempunyai dua ruangan kelas baru. Melengkapi sebuah Ruang kantor Guru dan Kepala sekolah, sebuah kamar mandi dan lima ruang kelas yang sudah ada. Walau Madrasah Kami kecil dan hanya mempunyai lima kelas, semua siswa nampak cukup bersemangat menjalani hari-harinya disekolah. Karena jumlah kelasnya Cuma lima maka yang satu kelas dipakai bergantian. Kalau pagi untuk kelas satu dan siang jam setengah sepuluh ganti kelas dua. Dan pemandangan klasik yang terjadi ketika hujan datang adalah sebagian ruang kelas yang kami tempati Trocoh. Kendatipun begitu dua tahun yang lalu sekolah kebanggan kami pernah mendapat Undangan dari Bapak Bupati Tulungagung Ir. Heru Cahyono MM, Karena salah seorang siswa akan mendapatkan sebuah Laptop karena prestasinya, iya seorang siswa MI Al Ma’arif Gendingan menduduki peringkat pertama dengan nilai tertinggi UAN Se-Kab. Tulungagung.

Tanggal 31 Desember 2009 aku dan warga di sekitar rumah bergotong royong atau istilah jawanya kami menyebut dengan ”sambatan” untuk mendirikan kelas baru di Madrasah yang kucintai. Sebuah budaya jawa yang menunjukkan rasa kebersamaan yang kini sudah mulai jarang ditemui. Sebab seingat-ku dulu ketika orang tua-ku mendirikan rumah sekitar tahun 1992 bila sambatan lebih dari 50 orang berperan serta. Tapi kini sambatan di tempat umum keagamaan saja hanya sekitar 20 orang saja. Ya mungkin budaya telah mulai bergeser, memang itu sudah 18 tahun yang lalu.

Ya hari itu adalah hari kedua aku sambatan ngedekne Madrasah yang bernaungan dengan Lembaga Pendidikan (LP Ma’arif NU). Kebahagiaan-ku akan berdirinya ruangan kelas madrasah baru sempat berduka, sebab salah satu Tokoh NU yang kharismatik harus pulang ke Rahmatullah hari itu, hari ketika kami mendirikan kelas baru. Walaupun aku sendiri tak se-fanatik mereka yang sampai berani mati untuk Gus Dur itu.

Madrasah Ibtida’iyah (MI) Al Ma’arif gendingan tempat dimana aku belajar juga mengajar. Disitulah aku mentransformasikan wawasan, walau aku masih merasa memiliki sepenggal ayat pengetahuan. Tapi aku merasa cukup senang berkutat dengan mereka, anak didik-ku yang semakin modern dalam segala hal.
Ya aku cukup senang bercengkrama dengan murid-murid ku seusia mereka. Walau terkadang mereka juga menjengkelkan dan sulit di atur.
Tapi kini aku sudah rada biasa dengan kondisi seperti itu, kondisi anak-anak yang terkadang semaunya. Tapi bagaimana pun juga, aku harus tetap membimbing mereka dengan sabar untuk mencari ridhoNya. Sebelumnya mengajar aku juga sudah 3,5 tahun berkutat dengan anak-anak, bahkan diantara mereka ada yang belum TK. Ya santri-santri ku di TPQ An-Nashir.
Murid zaman sekarang ternyata cukup cepat menyerap modernisasi. Mereka walau di sekolah dilarang bawa hp, akan tetapi kalau mereka belajar mengikuti Les banyak yang membawa Hp. Bahkan diantara mereka ada yang sudah mempunyai account Facebook, Yahoo Masegger dan ada sudah bisa membuat situs Blog. Ku tak pernah mengerti dari mana mereka bisa membuat itu semua. Aku memang pernah mengajari mereka Internet dengan memboking sebuah warnet. Ya untuk siswa kelas lima dan enam. Tapi aku tak pernah mengajari mereka membuat Facebook, YM atau blog. Tapi yang mengherankan adalah tiba-tiba salah satu dari mereka ada yang meng add facebook-q. Dan setelah ku liat tenyata dia juga mempunyai blog seperti yang kumiliki.
Dulu waktu ku mulai mengajar di Madrasah itu kira-kira hampir setahun yang lalu aku memang sering mengajar dengan membawa Laptop karena ku juga memakai buku BSE (Buku Sekolah Elektronik) yang ku download dari internet terbitan Diknas yang jumlahnya Ratusan Buku. Apakah itu semua yang mengispirasi mereka.
Aku sendiri membuat web dan blog ini, berawal setelah aku hadir dalam Konvensi dengan para Mahasiswa Islam se Asia Tenggara di Ragunan Jakarta, Dan Rakornas Forum Mahasiswa Ushuluddin se-Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. setahunan yang lalu. Pada mula ide web/blog direkomendasikan dalam rapat konggres dikatakan bahwa setiap perwakilan kampus harus mempunyai web/blog untuk menjalin komunikasi dan mengemukakan gagasan, opini mengenai segala sesuatu, baik mengenai kampus sebagai mimbar akademik maupun kondisi negara kita.
Ya bagiku rekomendasi itu justru membuat kegilaan-q pada dunia internet semakin menjadi. Aku yang jauh sebelum itu sudah punya sebuah Friendster dan Facebook, menambah dengan membuat YM, Twitter dan dua account Facebook baru, jadi Facebook ku menjadi tiga buah yang satu menggunakan nama asli dan yang dua aku memakai nama samaran. Aku juga sering chat melalui Camfrog, MiRC Bahkan Mig33 yang berlanjut di Hp samapai sekarang. pokoknya semua jejaring sosial di internet ku coba dan kumiliki. Ditambah empat buah web/blog, dua milik pribadiku yang satunya ku buat untuk Senat Mahasiswa dan satunya Untuk MI tempat-ku mengajar. Tapi kini ku sadar bahwa itu semua membuat rencana skripsiku g-g-l dan membuat kantong-ku kering dan lupa akan waktu. Ya lupa akan waktu, karena jika sudah di depan internet bisa berjam-jam. Pagi sampai sore full time pernah, atau malem sampai pagi.

Saking repotnya aku membuat situs Blog untuk sekolah tempat ku mengajar yang sampai detik ini masih seperti dulu, Cuma ada kop lengkap dengan foto Sekolah dan Halaman-halaman yang kosong belum terisi walau sudah ada Web page-nya. Dan sebuah berita usang. Meskipun begitu aku yakin itu adalah situs blog pertama yang dimiliki sekolah tingkat dasar di Desaku Bahkan mungkin se Tulungagung se-tahunan yang lalu. (kalau anda ingin tahu bisa ketik mi gendingan di search engine google).

Back to Next Story…. he2
Diatas bangunan kelas yang baru berdiri itu, bagiku terdapat sejuta kenangan didalamnya. Sejuta memory yang mengukir di masa kecil-ku. Masa sewaktu aku menjadi penakut bahkan sempat tidak mau bersekolah karena takut dengan orang baru. Orang yang baru ku jumpai dan kulihat. Jadi diriku tidak pernah lulus TK, apalagi memiliki Ijazahnya tentu no sense. Pernah aku masuk kira-kira tiga kali dan semuanya hanya berlangsung tak lebih dari se-jam-an, sebab tiap kali datang pasti aku yang cengeng waktu itu langsung menangis minta pulang dan mencakar-cakar orang tua-ku. Padahal jarak sekolah TK yang tepat di depan MI jaraknya tak lebih dari 10 meter dari rumah kakek-ku itu.
Ya meskipun sudah 18 tahun yang lalu aku masih rada ingat bagaimana aku mencakar ayah-ku dan menangis meronta minta pulang. Masa yang seharusnya kusadari bisa bersekolah sambil bermain dengan teman-teman seumuran yang masih imut dan ingusan tak ku dapatkan. walaupun dahulu sebenarnya ada iming-iming yang membuat-ku sempat terperanjat mau bersekolah (TK) adalah ortu-ku bilang bahwa di sekolah (TK) setiap hari Rum’at dan Sabtu dapat jajan…. ###he22…kamu g boleh ngiri kamu kan juga dapeet dulu.### tapi setelah masuk bertemu dengan banyak anak aku takut seperti berada di tengah sarang srigala yang tak pernah ada sebetulnya. Sehingga membuat aku mencakar-cakar ortu dan tentunya sudah alasan klasik yaitu nangis minta pulang…. Bahkan yang ku Ingat aku pernah mencakar ayah-ku sampai lehernya memerah berdarah dan setelah itu ayah-ku sudah kapok tidak membawaku masuk sekolah TK lagi untuk selamanya.
##### wah kejamnya aku yach….(hahaha… aku malu deh sebenarnya jika nginget peristiwa itu. Dan merasa bersalah, tapi kini ayah ku tlah tiada hanya do’a yang bisa ku panjatkan untuknya). Makanya yg masi punya ortu yang taat ya!!!######

Tentu masa lalu ku sedikit berbeda dengan anak sekarang, sebab saat ini justru kebanyakan anak-anak kecil nangis minta sekolah. Dulu orang tua ku tak salah apapun, sebab aku masih ingat betul bahwa yang tidak mau bersekolah (TK) waktu itu adalah aku. Aku yang apabila menangis bisa sampai berjam-jam dan suaranya menggelegar pokoknya menyusahkan deehh. Begitulah kata tetangga, tante, paman dan semuanya yang membuatku malu kini bila mendengarnya.

Meskipun penakut bila bertemu orang baru, aku dulu adalah anak yang pecicilan jika di rumah. Sebab aku adalah anak yang over dan biasa terjatuh sampai berdarah. Bahkan mulutku pernah beberapa bulan mlecor gara-gara pecicilanku. Karena belum sembuh dari luka sudah jatuh lagi dan berulang. Begitulah kata ibu dan bibi-ku.
Seiring waktu yang terus berjalan, ketakutanku sedikit mulai hilang. Aku mulai berani masuk sekolah yang kini akan mempunyai dua kelas baru itu.
Seiring bergantinya hari demi hari diriku mulai mengerti. Rasa ketakutankupun beranjak pergi. Aku pun menjadi berubah dan suka kluyuran seperti bolang (bocah suka ngilang). Ya aku sering menjelajah dolan ke kebun-kebun orang mencari sesuatu. Sering juga aku di ajak nggragas oleh teman-teman ku mencari katak di tengah kebun yang rindang dan lumayan luas, tempat itu terasa bagai hutan belantara bagiku dulu.
Ya waktu sekitaran kelas dua rasa suka kluyuranku mulai merasuk.
Aku biasanya berangkat sehabis sekolah dan pulang sore-sore. Karena kebiasaan baru ku itu, aku menjadi sering dimarahi ibu. Sampai ibuku sering menakut-nakuti ku ada gendruwo lah di kebun, sampai ada pek-pek an istilahnya dulu alias penculik anak yang dimasukan karung lah. Tapi itu semua tak terlalu membuatku bergeming. Dan aku yang penakut ternyata sudah berubah. Akupun sering bermain gelutan dengan temen-temen. Dan yang ku ingat, aku sudah dua kali membuat kepala temenku bocor alias berdarah gara-gara gelutan. Yang pertama ketika gelutan dan sepak-sepakan temenku, ku jegal kakinya dan dia terjatuh. Dia tersungkur dan kepalanya mengenai batu tepat di kepalanya. Dan yang ke dua hampir sama, waktu aku gelutan juga. aku menyepak kakinya, dia hilang keseimbangan lalu oleng jatuh mengenai sepeda yang dibawa temen ku satunya yang juga bermain sama tapi dia lari membawa sepeda.. berdarah deh dia kepalanya. ###Sory buangetz plend### walaupun begitu dia adalah teman ku yang paling akrab, sebab kemanapun dia pergi disitu juga ada aku.. (ya sama seperti kamu dan pacarmu kale) bahkan sampai kelas enam aku dan dia duduk satu bangku dengan aku.

Dan ketika dia terjatuh dan berdarah aku juga sempat takut. Takut kalau dia mati. Ketika itu aku mungkin kelas tiga. maka setelah peristiwa itu aku tanpa basa-basi langsung lari pulang. Karena takut dengan orang tua temenku. Ya untung saja ternyata tak separah yang ku bayangkan. Dan setelah itu semua aku justru menjadi semakin berani bergaul dengan teman seusiaku waktu itu.

Ketika awal masuk sekolah, masuk kelas satu di Madrasah Ibtida’iyah Al Ma’arif Gendingan aku berada di bangku nomor dua dari depan. Dan duduk di sebelah selatan. Karena kami menghadap ke timur.
Walaupun aku tidak lulus TK (taman kanak-kanak), aku di kelas termasuk anak yang cerdas, buktinya nilai catur wulan-ku kala itu selalu rangking satu. Nilai Tes Hasil Belajar (THB dulu aku menyebutnya, sekarang UAS) ku paling rendah adalah 92,5 dan lainya banyak yang mendapat nilai sempurna alias very comlude yaitu nilai 100. itu semua karena didikan orang tua ku. Karena yang paling ku ingat, aku sama ayah sudah diajari berhitung sampai seratus termasuk dalam hal penjumlahan dan pengurangan. Padahal di kelas satu itu teman-teman ku masih diajari berhitung sampai 50 dan itu pun mereka blepotan. Dan akhirnya aku tahun 1999 masuk SLTP N 1 Tulungagung. Sekolah yang kini sudah menjadi RSBI ###beberapa bulan yg lalu aku dengar di TV SMP N 1 Tulungagung menjadi Juara Umum lomba sains tingkat RSBI nasional di Jakarta,. Good Luck###
Back to story |||alur-nya muju mundur begitu cepat ya|||

Kini rumah kakek, kamar tidur ku dulu sekarang sudah berubah menjadi ruangan kelas baru hari itu. Tanah rumah kakekku yang dulu di dalamnya ada kamar ayah-ku, kini sudah di wakafkan untuk madrasah. Sebab semua anaknya tidak ada yang menempati rumah kakek. Semua paman bibi-ku memilih membuat rumah sendiri. Mungkin itu semua karena seluruh saudara ayahku mendapat rezeki yang cukup sehingga mampu membuat rumah sendiri. Sebab semua saudara ayah-ku 9 orang dan kesemuanya adalah Pegawai Negeri yang berpendidikan.
Di tahun 1985 saja ayah-ku sudah mendapat gelar sarjana Drs dan SH. Gelar Drs diperoleh dari S1 IAIN Malang sekarang UIN. Dan SH nya Dari S1 Universitas Darul Ulum. Padahal waktu itu PGA Tingkat SMA saja sudah dianggap sekolah tinggi dan bisa langsung mengajar jadi guru PNS. Beda dengan sekarang yang harus royoan untuk menjadi pegawai negeri.
Ya yang aku tahu ayah-ku adalah seorang kutu buku, dan mempunyai perpustakaan pribadi. Tiap hari kalau tidak mengajar sebagai guru agama ya membaca membaca dan menulis teks khotbah jum’at. Hal itu sangat berbeda dengan aku yang cuma kutu Laptop. Nge-game, Internetan, dengar musik melulu hingga menjadikanku ikut CPNS sudah 3 kali gagal teyuz… yang sama aku dengan ayah adalah aku kuliah di dua tempat, satu aku kuliah di STIT Raden Wijaya cab. Jombang yang ke dua STAIN Tulungagung yang belum kelar… Ha2… ### makanya minta Doa kalian semua biar Skripsi-ku lancar. aku mengambil judul “Konsep Putus asa dalam Al-qur’an (Telaah Psikologi dan Tasawuf)” karena aku sangat senang dengan Dunia Psikologi. Dengan metode Maudu’I dan Muqorin. Karena sebelumnya aku juga sudah menulis buku yang ku beri judul “Self Reflection” yang sangat kental dengan psikologi pembangun jiwa dengan bahasanya yang sangat Puitis, menyentuh dan penuh makna. Sangat cocok untuk Remaja dan Pemuda yang bingung, resah gelisah atas hidup dan lagi mencari jati diri. Buku itu muncul setelah aku kehilangan ayah, di dalam jiwa ku banyak muncul pertanyaan diri yang mengakibatkan terjadinya perbincangan antara rasa, hati dan otak-ku. Dengan reference pujangga idolaku Sayidina Ali R.A. Shollu ngalaihi. Doakan bukunya, nanti suatu saat bisa masuk Percetakan Yaa!! supaya kalian bisa baca.####

Lanjut>>>>> Tadi Intermezo<<<<<>>>>>>
Hobi lain yang kurang baik kami adalah suka main Vidio game di pusat perbelanjaan. Walau di base camp ada PS. Tapi kalau bosan kami sering ke Belga swalayan untuk memainkan Vidio game. Dengan tanpa canggung kami biasa membawa makanan rakyat seperti makroni dan pop ice yang di beli di pinggir jalan trus dibawa masuk, ya itu sudah cukup. Kami ke situ sering masih pake seragam walaupun disitu di tulis bagi yang masih memakai seragam sekolah dilarang masuk lantai 3. tapi kami tak terlalu menghiraukan. Dan benar sampai sana kami dilarang menukar koin. Tapi untung salah satu temenku sudah berpakaian biasa, so dia yang bertugas menukarkan koin untuk kami. Dan untuk selanjutnya kami sedikit mengakali dengan pakai yang di lepas ganti pakai kaos atau seragam di tutup jaket supaya tidak terlihat begitu mencolok. karena tempat perbelanjaan itu juga tak terlalu jauh dari base camp kami. jadi sering pinjam kaos dan serandal di rumah temenku yang dijadikan base camp itu.

Pokoknya masa MAN /sekolah sederajat SMA adalah masa yang penuh dengan sejuta kenangan bagiku, fase yang tak pernah ku lipakan sepanjang hidup-ku.

Back to story>>>>>>>
Kamis itu, Walau aku jarang melakukan kerja kasar, bukan berarti aku tak mau melakukan sambatan yang harus lung-lungan sekitar 3500 genting tau mengergaji kayu hari itu. aku tanpa canggung naik atap yang reng-nya belum terpasang semua. Aku mengambil gergaji dengan ikut memotong sisa reng yang kepanjangan untuk di rapikan di atas bangunan walau hanya setinggi 7 meter. Ketika aku di depan pak karyadi, beliau terus memandangiku. Seolah dia mau mengatakan sesuatu kepadaku. Tapi aku yang rada pendiam ini, tetap juga diam. Lalu dia berkata kepada orang di sebelah-ku mas Muhaimin.
Begini katanya dan akupun tepat di depannya ”Dulu bapak-e mas Andi tu orangnya sederhana dan tak pernah menyerah…………………..

Next Last Time ( to be continue) untuk madrasah…. Dan yang melingkupinya………

Kepergian Ayah-ku Tuk selamanya

Hari itu senin 27 Desember 2004 adalah menjelang bulan Dhulhijah bulan dimana orang islam menunaikan ibadah haji Ke Baitullah. Guna menyempurnakan rukun islam yang ke-5. jadi bagi yang sudah mampu jangan anggap kamu sebagai orang islam secara kaffah, jika rukunnya saja belum di-peuhinya se-utuhnya. Hari itu dalam tahun masehi berada di Bulan Desember. Hari itu yang ku ketahui bangsa Indonesia juga berkabung mendalam. Berkabung dimana wargan negaranya harus banyak kehilangan Nyawa, rumah dan seluruh harta benda tanpa sisa. Ya pada hari itu terjadi bencana Tsunami Aceh. Pada hari itu aku berkabung, tapi setelah aku melihat televise ternyata masih ada yang jauh lebih berkabung duka dan kehilangan. Diantara mereka ada yang kehilangan harta benda rumah dan keluarganya. Ya Tsunami telah meratakan rumah mereka. Menyapu bersih tempat teduh mereka. Bahkan tak sedikit yang tersisa hanya dia seorang di keluarga itu. Apa jadinya perasaannya…. Aku tak sanggup membayangkan…. Anadaikan itu adalah aku aku tak tahu bagaimana hidup sebatangkara tanpa rumah tanpa keluarga. Pasti yang mengalir hanya linangan air mata.
Aku menjadi berfikir tak pantas aku bersedih yang berlebihan dan menyalahkan Tuhan. Justru aku harus banyak bersyukur karena aku masih punya keluarga.

Pagi itu Ayah masih seperti biasa memimpin sholat jamaah Shubuh dan melakukan prosesi pemberangkatan jemaah haji karena tetanggaku ada yang berangkat dari mushola samping rumah-ku. Setelah selesai ayah-ku juga langsung menuju Lapangan Rejoagung untuk menemui lagi kakaknya (Bu-dhe-ku) yang juga mau ber-ihram ke tanah suci. Ketika akan kelapangan rejoagung aku dan beliau yang sedang di bibir pintu saling memandang. Tanpa ku kira itu adalah pandangan terakhirnya kepada-ku anaknya yang dulu menjengkel-kan. Beliau pamitan dan berangkat. Akupun tak bersalaman karena aku masih dirumah dan ketika itu aku mau makan. Aku tak ikut karena setengah jam lagi aku harus sekolah. Waktu itu aku sudah kelas 3 di MAN.
Aku berangkat sekolah, ketika berangkat ayah-ku belum pulang menghantar kan Budhe-ku. Dan aku pulang sekolah sekitar jam 2 sore.
Kata ibuku sekitar jam setengah sembilan ada teman ayah-ku nitip surat dan tugas untuk muridnya. Temen ayah-ku tidak bisa masuk karena sakit. Dan ayah-ku sendiri yang menerima amanah itu. Karena ada jadwal mengajar satu jam pelajaran di pukul 9. dan mendapat amanah dari temannya. Ayah-ku pun sepulang menghantar kakaknya langsung berangkat Mengajar Di SMA Negeri 1 Ngunut.
Kata-kata guru yang melayat, ayah-ku hari itu datang biasa-biasa saja. Bahkan ayah-ku masih ditanyai temannya sesama guru soal masalah Fiqih dan biasa menjawabnya. Ayah-ku pun makan roti yang diberi temannya yang sedang berbincang masalah fiqih itu.
Sekitar jam 11 siang kata ibu-ku ayah-ku pulang. Seperti biasa setelah tiba ayah-ku makan siang dengan lahabnya. Dan berbincang biasa. Setelah itu ibu-ku ke halaman rumah. Beberapa saat kemudian sekitar jam 12 siang adiku terkecil yang masih kelas 3 MI. pulang dan masuk kamar nya yang masih sering tidur dengan ayah-ku. Dan ketika itu adik-ku kaget karena ayah-ku sudah tidur ngorok dan lansung memanggil ibu-ku. Dan ayah-ku sudah tidak bisa dibangunkan itu langsung di bawa ke RSI (Rumah Sakit Islam) masuk UGD. Dan satu jam kemudian, pembuluh darah otaknya ayah-ku sudah pecah dan beliau menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Ketika itu semua panic. Aku waktu itu masih di sekolah. Aku sebetulnya jam itu sudah di bel bulik-ku dari kantor guru untuk segera pulang. Dan yang di beritahu adalah teman-ku. Ketika mau sholat Dhuhur di masjid teman-ku bilang “Andi kamu tadi di suruh kekantor” aku tak tahu kabar apa itu. Menurut perkiraan-ku adalah pengumuman pengumpulan Ketua kelas seperti biasa yang sering terjadi. Aku pun tak begitu menangapi karena jam juga sudah mau pulang. Dan seperti biasa aku dengan temen-ku pulang. Untung saja hari itu aku dari sekolah ke base camp langsung pulang.
Dan tiba dirumah keluarga ibu-ku sudah ngumpul, nenek-ku juga ada. Aku bingung. Dan oleh nenek-ku aku lansung di suruh ke RSI dengan bulik-ku. Tapi waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa ayah ku mungkin sudah meninggal 5 menit yang lalu. Aku pun bergegas ke RSI. Aku bingung bulik-ku ku Tanya juga tidak begitu mengerti karena baru datang. Ku kira ayah-ku kecelakaan, tapi motornya di rumah kok tidak apa-apa. Dalam perjalanan menuju RSI aku Cuma berdoa semoga baik-baik saja. Tapi entah mengapa hati-ku yang terdalam serasa berkata “apa pun yang terjadi manusia harus ihlas menerima karunia Tuhan. Dan akupun tiba… ketika aku masuk, semua Telah menangis begitu terpukul. Adik-ku, Ibu-ku, Pak lik, pak dhe dan budhe ku termasuk bulik ku yang baru datang bersama ku semua menangis. Ku tahu ayah-ku tlah tiada.
Hingga detik itu yang belum meneteskan air mata hanyalah aku. Aku yang tidak percaya akan semua ini, aku yang seolah berada di alam maya. Tapi hati terdalam-ku tetap mengatakan seperti tadi. Budhe ku tiba-tiba mengatakan “yang sabar ya” dan seketika itu justru air mata-ku mulai keluar. Tapi aku tetap berusaha tegar. Ya aku sebagai anak tertua harus meneguhkan hati mereka semua khususnya adik-adik ku…….

………beberapa hari kemudian Tulungagung juga berduka. Orang tua temen SMP ku meninggal. Ya orang tua temen-ku yang sering membawa makanan dan jajan untuk kami satu kelas. Ya Beliau adalah Pimpinan Pengasuh Pondok PETA (Pesulukan Torikoh Agung). K.H Abdul Jalil…..

Bagaimana kelanjutan nya……. ?????

SEBAIK-BAIK ORANG ADALAH YANG MEMBERI MANFAAT.
SEBIJAK-BIJAK SIKAP ATAS KEJADIAN ADALAH MENGAMBIL HIKMAH DAN PELAJARAN………

Di tulis oleh Andi Taufiq H. Di Tulungagung, Sabtu 2-1-2010.
Jangan lupa kasih…. komentar

Ku juga punya karya lain yang bisa di bilang sebagai novel, tapi kalau yang anda baca tadi, hanyalah cerita nyata ku. jadi maaf itu bukan Novel, sebab masih jauh dari unsur novel karena masih terlalu ringkas dan pada cerita di atas tidak ada konflik sehingga penokohan-pun kurang kuat, dan banyak kekurangan lainnya. sehingga mungkin kurang menarik. Maklum masih pertama. Tapi jika ada yang mengatakan sudah lumayan… Thanks atas apresiasinya…
Yang jelas untuk novel-ku, aku berusaha untuk menulis secara lebih bagus, lebih detil, lebih bisa membuat imaji bertanya, termasuk tersenyum dan sedih…. dan nggak kacangan….
Mungkin ada penerbit yang siap menampung????? Atau kisah di atas di buat novel dengan me-review ulang dengan menambah cerita fiksi yang lebih menantang….

Karya- KU yang masih editing dan finishing.
Novel Susahnya Hidup Untuk Jaya
Novel / Romantika Ular Tangga Cinta
Novel Gerbong 1000 Rasa
Dan tentunya Buku ku yang aku tak pernah bosan membacanya walau sudah berulang 1000 kali membacanya “Self Reflection”

Do’akan suatu saat nanti bisa masuk percetakan dan terbit ya… entah itu kapan…. Supaya kalian juga bisa membacanya…
sebab kalau tidak, itu hanya ku print sendiri untuk calon pendamping-ku nanti…. he2…. walau hingga saat ini aku juga masih Jomblo….

LAST…Andi Taufiq Would sent Al Fatihah to:
Rasulullah saw. wa ala ali wasoh bihi wa sohabatihi……………… Al Fatihah
Ayah-ku Mashadi alm. Radhiallahu nganhu………………………. Al Fatihah
Seluruh keluarga dan saudaraku…………………………………… Al Fatihah
Semua yang tersakiti dan terdustai………………………………… Al Fatihah
Semua yang telah memberi wawasan …….………………………. Al Fatihah
Semua yang akan mengisi masa depan…………………………… Al Fatihah
Semua teman, sahabat yang telah berbuat baik…………………… Al Fatihah
Semua yang ditimpa musibah………………………………………Al Fatihah
Untuk diri kita, semoga di mudahkan dlm segala urusan dan cita… Al Fatihah
AL FATIHAH Repeat 9 X

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧)

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: