Posted by: Andi Taufiq | April 26, 2009

Perubahan dan masyarakat

COMUNITY DEVELOPMENT
Ditulis oleh
http://www.Andiethk.wordpress.com

andi TH Ushuluddin STAIN T.Agung

A. Mengetahui Bagaimana konsep perubahan
B. Mengetahui Bagaimana memahami masyarakat
C. Mengetahui pengertian Fasilitator
D. Mengetahui nilai-nilai dalam memfasilitasi
E. Mengetahui peran dan fungsi fasilitator
F. Mengetahui Bagaimana etika dan ciri-ciri seorang fasilitator
G. Mengetahui Bagaimana orang dewasa sebagai pelajar

A. KONSEP PERUBAHAN
Dalam kehidupan ini, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat (komunitas) selalu mengalami perubahan guna menuju sebuah perkembangan, baik itu pola, bentuk dsb. Untuk itu sebuah perubahan sangat perlu terjadi dalam komunitas jika komunitas itu ingin berkembang.
Kalah dipikir, sebenarnya tanpa disadaripun, perubahan itu sendiri terjadi pada diri kita seperti halnya usia dan kondisi tubuh kita.Dengan semakin berjalannya waktu, usia akan terus bertambah menyebabkan kondisi fisik dan kecantikan seseorang akan juga berubah.
Perubahan dalam segala hal telah mengubah tatanan dan nilai yang ada. Mungkin kita mengganggap sesuatu tidak baik atau salah 20 tahun yang lalu, dan sekarang sudah menjadi sesuatu hal yang biasa. Ini menunjukkan bahwa wajah dunia yang selalu berubah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menyikapi suatu perubahan, dan bagaimanakah konsep perubahan itu. Status quo mungkin saja bisa menyenangkan bagi sejumlah orang, namun karena dalam kehidupan harus terjadi perkembangan dan kemajuan, maka harus ada perubahan. Sesunggunya perubahan itu akan selalu ada, hanyalah perubahan yang tidak berubah. Karena bila ingin mencari dan memperoleh perkembangan, maka manusia harus mencari perubahan dan melakukan perubahan.
Pada intinya dalam konsep perubahan itu ada sesuatu yang selalu dinamis. Sebab dengan adanya perubahan itu diharapkan ada sebuah bentuk pergeseran dan pergerakan yaitu dari buruk menjadi baik, dari tidak tahu menjadi tahu dsb. Sebuah perubahan diharapkan dapat menggeser sesuatu yang buruk menjadi baik sehingga menjadikan sesuatu lebih maju dari keadaan yang telah ada.
Dalam perubahan pun tak lepas dari adanya pro dan kontra dalam menyikapi sesuatu yang baru, memang pada umumnya sesuatu yang baru banyak menimbulkan wacana dan tindakan yang pro kontra dalam diri, karena terdapat eksplorasi yang baru yang tidak di dukung dengan kesiapan diri menerima bagitu saja konsep baru. Oleh karena itu yang dihadapi mereka sebetulnya adalah penjelasan yang logis dan dapat di terima dalam hati dan fikiran mereka akan perubahan yang terjadi .
B. MEMAHAMI MASYARAKAT
Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat beragam karakter ada dan muncul sebagai khasanah kehidupan bermasyarakat yang majemuk, yang mana hal itu menunjukkan bahwa ke heterogen-an masyarakat itu ada dan terjadi disana.
Keheterogen-an masyarakat itu menunjukkan bahwa masyarakat itu pun mempunyai beraneka konsep pemahaman dalam kehidupan social mereka.
Memang untuk bisa memahami seseorang itu bisa sulit, apalagi untuk memahami masyarakat yang sangat majemuk dan beragam, tentu tak semudah hanya sekedar memahami keberadaan seseorang.
Menurut pemakalah bahwa untuk bisa memahami masyarakat itu harus ada metode yang cocok dengan keadaan komunitas yang ada dalam masyarakat dengan melakukan observasi, pengamatan dan penelitian yang mendalam.
Memang pada umumnya untuk dapat memahami masyarakat perlu diketahui dahulu latar belakang kultur budaya (Baik dari segi agama, norma dll), kebiasaan, kecenderungan yang biasa mereka lakukan, termasuk kondisi perekonomian dan letak wilayah yang mereka diami serta hal-hal yang melingkupi lainnya yang menjadikan mereka berbuat sesuatu, sehingga dari situlah setidaknya dapat diketahui bagaimana mereka dan apa yang diinginkannya, serta selanjutnya tentu dengan meneliti dan mengkajinya hal hal yang melingkupinya secara obyektif.

C. FASILITATOR
Fasilitator adalah orang yang memberikan bantuan dalam memperlancar proses komunikasi sekelompok orang (antara kelompok / orang satu dengan yang lainnya) dsb, sehingga mereka dapat bertemu, memahami atau memecahkan masalah secara bersama-sama. Fasilitator bukanlah seseorang yang bertugas hanya memberikan pelatihan, bimbingan nasihat atau pendapat. Fasilitator hendaknya menjadi narasumber yang baik untuk berbagai permasalahan.
Jadi intinya menurut pemakalah Fasilitator adalah orang yang memfasilitasi keperluan yang difasilitasi (baik individu, kelompok dan sebagainya) sesuai dengan kemampuan dan tujuan (goal setting) diadakannya pemfasilitasan.

D. NILAI-NILAI DAN ETIKA DALAM MEMFASILITASI
Menurut pemakalah bahwa dalam memfasilitasi seorang fasilitator hendaknya mempunyai nilai, etika dan sikap yang diantaranya sebagai berikut:
1. Bersikap hormat dan saling menghargai
2. Mempunyai komitmen untuk bisa membantu yang difasilitasi dengan win-win solution.
3. Adil atau tidak memihak, jika yang difasilitasi adalah mereka yang sedang pro atau kontra maupun yang lagi bersengketa.
4. Tegas dan jelas dalam memfasilitasi
5. Berani dan tepat dalam memfasilitasi
6. Tidak menyulut terjadinya persoalan yang dapat menimbulkan masalah.

E. FUNGSI DAN PERAN FASILITATOR
Dalam sebuah perundingan, pertemuan dsb. Seorang fasilitator mempunyai peran dan fungsi utama yaitu sebagai penengah maupun mediator antara pihak-pihak yang ada (pihak yang difasilitasinya).
Adapun tugas dan wewenangnya antara lain adalah:
1. Menata acara / menyiapkan keperluan yang difasilitasi
2. Menata situasi kondisi.
3. Mengintensifkan kerjasama dan komunikasi antar anggota kelompok / yang difasilitasi
4. Mengarahkan acara atau kesepakatan yang hendak dicapai sesuai dengan agenda.
5. Mengadakan bimbingan pada kelompok, memberikan umpan balik/feedback kepada anggota kelompok.
6. Apabila dalam diskusi terdapat pembicaraan yang keluar jalur, Fasilitator juga bertugas sebagai penengah untuk mengembalikan topic pembicaraan ke jalur yang benar.
7. Merumuskan kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil kegiatan yang difasilitasi.
8. Mengadakan evaluasi terhadap pihak-pihak yang difasilitasi.
Tanggung Jawab Tim Fasilitator bertanggung jawab agar persiapan dan kegiatan proses pembelajaran berhasil sesuai dengan tujuan.

F. CIRI-CIRI SEORANG FASILITATOR
1. Bisa berkomunikasi dengan baik dan mampu sebagai Seorang Fasilitator
Fasilitator harus mendengarkan pendapat setiap anggota kelompok, menyimpulkan pendapat mereka, menggali keterangan lebih lanjut, dan membuat suasana akrab dengan kelompok / antar kelompok.
2. Menghormati sesama dan semua anggota kelompok
Fasilitator harus menghargai sikap, pendapat, perasaan dari setiap anggota kelompok.
3. Berpengetahuan
Fasilitator harus mempunyai pengetahuan yang cukup terhadap setiap persoalan yang akan dibahas / difasilitasinya sehingga harus mempunyai minat yang besar terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
4. Memiliki sifat permisif (terbuka)
Fasilitator harus dapat menerima pendapat atau sikap yang mungkin kurang sesuai dengan pandangan masyarakat luas yang disampaikan oleh anggota kelompok, . Fasilitator menanggapi hal tersebut diatas dengan sikap terbuka
5. Peka terhadap aspirasi.
Sebagai seorang fasilitator harus mampu membaca keinginan mereka-mereka yang difasilitasi olehnya secara obyektif, jadi fasilitator dengan begitu tidak mengecewakan pihak-pihak yang difasilitasinya
6. Berani ikut bertanggung jawab atas segala komitmen yang telah dicapai bersama sehingga sesuatu yang dilakukan lebih bertanggung jawab.

G. ORANG DEWASA SEBAGAI PELAJAR
Konsep masyarakat belajar (learning community) menyarankan supaya pembelajaran dapat diperoleh dari dan melalui kerjasama dengan orang lain. Kerjasama itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik dalam kelompok belajar secara formal maupun dalam lingkungan yang terjadi secara alamiah atau non formal. Hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain, antar teman, antar kelompok, dsb. yang sudah tahu dan mengerti memberi tahu kepada yang belum tahu dan mengerti, mereka yang pernah memiliki pengalaman membagi pengalamannya pada pada orang lain. Inilah hakikat masyarakat yang belajar, masyarakat yang saling berbagi.
Jadi dalam konsep ini dapat disimpulkan bahwa orang dewasa bisa menempatkan keberadaan dirinya sebagai seorang pelajar yang sedang menimba ilmu dari orang lain yang lebih mengerti dan lebih berpengalaman akan sesuatu hal, baik yang menyangkut dalam kehidupan individu, bermasyarakat (dalam komunitas) maupun aspek lainnya, Sehingga mampu menjadikan dirinya lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

1 http://www.andiethk.wordpress.com
2 http://hqweb01.bkkbn.go.id/hqweb/ceria/pengelolaceria/pp3fasilitator.html
3 Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi KBK. (Jakarta:Kencana, 2005)
4 http://indosdm.com/index.php?option=com_content&task=view&id=8&Itemid=43


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: