Posted by: Andi Taufiq | September 29, 2011

info dan tips

tips mengatasi sakit lutut ringan

Seringkali ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari hari, tiba tiba timbul rasa sakit dan nyeri pada lutut, jika anda juga mengalaminya cobalah lakukan beberapa tips di bawah ini :

1.    Ketika rasa sakit datang anda harus berusaha untuk tenang dan jangan panik, jaga kesimbangan tubuh dan jangan memaksakan diri untuk terus berjalan

2.    Pada hari pertama lutut terasa sakit ambil es batu lalu kompres lutut selama 15 menit setiap jam

3.    Pada hari kedua dan seterusnya setidaknya kompres lutut 4 kali dalam sehari

4.    Ketika tidur, sanggah lutut dengan bantal agar lutut pada posisi tinggi

5.    Gunakan penahan lutut.

 

Jangan Tidur Larut Malam

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia
kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37
tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati
(SGOT, SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui
positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!

Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks
pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila
pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.
Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter
spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya
memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata
memiliki pengetahuan yang tidak benar.
Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.

Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin,
demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter
yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah,
bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker
hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling
utama

2. Pola makan yang terlalu berlebihan.

3. Tidak makan pagi.

4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.

5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan
pengawet, zat tambahan, zat pewarna,
pemanis buatan.

6. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan
minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski
menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan
mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat,
kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

7. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat
matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau
dimasak matang 3/5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat
itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya
tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan
dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita
dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna
sesuai dengan jadwalnya,

Sebab:

@ Malam hari pk 9 – 11: adalah pembuangan
zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) dibagian sistem antibodi
(kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui
dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu
rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya
mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak
negatif bagi kesehatan.

@ Malam hari pk 11 – dini Hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian
hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

@ Dini hari pk 1 – 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung
dalam kondisi tidur.

@ Dini hari pk 3 – 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan
terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini.
Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan,
maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.

@ Pagi pk 5 – 7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar
kecil.

@ Pagi pk 7 – 9: waktu penyerapan gizi
makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit
sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk
7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.
Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan
masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak
makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan
mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,dari
tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang
belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan
jangan terlalu sering begadang.

 

tips membangun kepercayaan diri

Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan- diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan:

1. Menciptakan definisi diri positif.

Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem
keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan
definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:

  • Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
  • Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
  • Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini. Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.

2. Memperjuangkan keinginan yang positif

Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.

3. Mengatasi masalah secara positif

Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.

4. Memiliki dasar keputusan yang positif.

Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.

5. Memiliki model / teladan yang positif

Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal:

  • pengalaman pribadi (life experiencing)
  • duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain).

 

 

Posted by: Andi Taufiq | January 1, 2010

ANDI TAUFIQ BERISTIGHFAR

ANDI TAUFIQ BERISTIGHFAR

SESUNGGUHNYA KITA BISA BERHASIL SEBAGAIMANA ORANG LAIN PUN BISA MENGERJAKANNYA
sesungguhnya keberadaan mu sangatlah berharga. bersemangatlah untuk hari esok yang lebih baik.
menerima kehidupan berarti menghargai hidup bahwa segala sesuatu hal terjadi bukan karena kebetulan.

Posted by: Andi Taufiq | June 3, 2009

welcome

open
ANDI TAUFIQ BERISTIGHFAR Says”
SLMT DATANG ALL MY FRIENDS
SHARE WORLD

Posted by: Andi Taufiq | May 9, 2009

TENTANG HIDUP

POSITIVE THINKING

‘Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan
melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah
hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah
permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang
abadi

Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan / tidak menggairahkan.

Filosofi “Hidup Mengalir Seperti Air” bisa membuat orang terlena dan menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda, sayang sekali hidup kita yang berharga ini kalo dibiarkan mengalir seperti air yang bisa jadi air tersebut akan mengalir ke got !! Karena hidup kita ini berharga maka kita sendiri-lah yang harus mengatur kemana air kehidupan kita akan mengalir😉

Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi “penonton” dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa tujuan / misi!, Anda harus mempunyai misi hidup di dunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan!!

Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan / kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal!
Disadari atau tidak, diterima atau tidak, siap atau tidak, perubahan
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian
kita. Kemajuan teknologi dan informasi yang sedemikian cepatnya,
bergesernya tren mode dan selera pasar terhadap produk, persaingan
sumber daya manusia yang semakin ketat menjelang AFTA dan perubahan
dalam segala hal telah mengubah tatanan dan nilai yang ada. Mungkin
kita mengganggap sesuatu tidak baik atau salah 10 tahun yang lalu, dan
sekarang sudah menjadi sesuatu hal yang biasa. Ini menunjukkan wajah
dunia yang selalu berubah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita
menyikapi suatu perubahan? Menurut informasi yang saya peroleh tenaga
kerja asing sudah mulai merambah dengan gencar dunia kerja di
Indonesia di beberapa sektor industri.

Kalah dipikir, sebenarnya tanpa disadaripun, perubahan itu sendiri
terjadi pada diri kita seperti halnya usia dan kondisi tubuh kita.
Dengan semakin berjalannya waktu, usia akan terus bertambah menyebabkan
kondisi fisik dan kecantikan seseorang akan juga berubah. Kita tidak
dapat menghentikan lajunya perubahan tersebut, yang dapat kita lakukan
adalah bagaimana kita mengelola dan menyiapkan diri sebelum perubahan
itu terjadi.

Seperti halnya dengan perusahaan dan dunia kerja, dengan semakin
banyaknya pesaing masuk ke arena bisnis perusahaan kita, semakin
berkompetisinya tenaga kerja apakah merupakan tantangan, cambuk bagi
kita atau bahkan sebaliknya akan membuat kita terpuruk. Semua ini
terpulang kepada kita sebagai anggota organisasi / perusahaan itu
sendiri.

Ironisnya, banyak rekan-rekan di lingkungan kerja yang saya amati selama
ini ‘perubahan’ sudah jadi momok yang menakutkan dan harus dihindari.
Takut kehilangan posisi, pamor, merasa tersaingi dengan kedatangan warga
baru di organisasi, pengawasan lebih ketat, merasa lebih complicated,
atasan/pimpinan berkurang kepercayaan, pendapatan menurun, karir lebih
sulit diperoleh dll karena adannya sistem baru. Ketidakmampuan kita
menerima perubahan membuat ketakutan dan keresahan hati timbul
menyelimuti pikiran. Kekhawatiran seperti itu rasanya tidak perlu ada
sepanjang kita dapat menyikapinya dengan positif. Kita perlu percaya
bahwa di dunia kerja manapun dan kapanpun perubahan di dalam organisasi
pasti terjadi dan itu merupakan dinamika dunia kerja dan proses
pembelajaran menuju peningkatan.

Saya jadi teringat pada buku indah mengandung filosofi yang mudah
dicerna yaitu Who Moves My Cheese. Dalam buku tersebut Spencer Johnson
menceritakan fenomena sebuah perubahan melalui ilustrasi yang bagus. Ada
4 tokoh yang diceritakan dalam buku ini, yakni : Sniff dan Scurry kedua
tikus imajiner, Hem (kurcaci) serta Haw (manusia kecil) yang sengaja
diciptakan oleh Spencer Johnson untuk memberikan contoh bagaimana ke
empat tokoh tadi menyikapi suatu perubahan.

Cerita ini dimulai pada saat cheese (keju) yang mereka butuhkan tersedia
dalam jumlah banyak. Cheese disini diilustrasikan sebagai sesuatu yang
menyenangkan (uang, kebahagiaan, atau makanan). Pada suatu saat cheese
yang mereka miliki semakin lama jumlahnya semakin sedikit. Sniff dan
Scurry dengan penciuman dan nalurinya terus bergerak mencari
chesse-cheese yang baru di stasiun-stasiun lainnya (tempat keju berada).
Bagaimana dengan Haw dan Hem, mereka berdiskusi dan marah, mengapa
cheese-cheese mereka berkurang dan hilang.
Mereka menyakini bahwa cheese pergi untuk sementara waktu dan segera
kembali sehingga mereka tetap menunggunya tanpa melakukan apapun
kecuali kecewa dan marah-marah. Perubahan terjadi secara perlahan dan
mereka tidak menyadarinya. Pada akhirnya, mereka lelah dan kehabisan
tenaga, dan tetap tidak menemukan cheese-nya. Sebaliknya, Sniff dan
Scurry mereka terus bergerak untuk mencari stasiun-stasiun baru yang
penuh dengan cheese / keju dan mereka telah menyadari hanya dengan terus
bergerak dan berlari mereka bisa mendapatkan cheese-nya.

Bagaimana dengan Anda, dunia telah bergeser dan berubah, mengapa Anda
tidak juga berubah ? Jika Anda ingin lebih berhasil dalam kehidupan ini,
sudah selayaknya Andapun berubah. Lakukanlah hal-hal yang baru,
kebiasaan-kebiasaan baru yang baik, serta perlakukanlah diri Anda dengan
cara yang baru pula. Asahlah terus kemampuan Anda sehingga Anda
memperoleh kemampuan dan pengalaman yang baru. Kalau Anda sudah puas
dengan apa yang Anda peroleh sekarang dalam kehidupan ini, ini
menandakan Anda tidak ingin berubah. Anda sudah terlena dengan apa yang
telah Anda miliki, padahal dunia setiap saat berubah.
Merasa tidak nyaman dan takut mengambil resiko yang akan terjadi,
merupakan alasan mengapa kita sulit untuk berubah. Perasaan takut
gagal, takut salah, takut ditegur atasan, takut kelemahan diketahui oleh
orang lain, takut diremehkan atau ditertawakan, serta takut-takut
lainnya adalah membuat kita semakin sukar untuk menghadapi perubahan.

Apakah kita ingin seperti orang-orang jenis ini yang sangat pandai
membuat alasan serta pembenaran terhadap tindakannya. Padahal yang
dilakukan hanyalah bersembunyi terhadap perubahan yang sedang terjadi
dan tanpa mereka sadari, dunia lambat laun akan mengubah mereka secara
paksa.
Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua
orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,
prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda
di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap
orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan
mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.
Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun
prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai
tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini
tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya
seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang
ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa
seseorang dalam menjalani hidupnya.

Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun
psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup.
Karena, dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui
kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas
cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh
cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat
diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, literatural,
metafisika, filsafat dsb.

Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai
panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar.
Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup
dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan
sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidup dan filosofi
hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi,
kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi
hidupnya, yaitu orang yang lemah, orang yang netral dan orang yang
keras.

Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau
prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidak berusaha
mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang
baik dan buruk dapat dijalaninya. Orang yang netral adalah orang
yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya
dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup
dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan
tidak melampaui, ia berada di tengah-tengah. Orang yang kuat adalah
orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia
mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh
filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa
lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang.
Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga
dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah,
jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa
sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun
kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari
itulah yang penting.

Pada dasarnya, tujuan dan prinsip hidup seseorang itu baik dan
bersih. Pada saat seseorang dalam keadaan tenang, ia membuat
berbagai tujuan dan prinsip dalam hidupnya, namun ketika diterapkan
timbul beberapa hambatan dari luar dirinya atau adanya pengaruh dari
lingkungan eksternalnya. Salah satu pengaruh terbesar dari luar
dirinya adalah panca indera. Panca indera yang tidak terjaga dengan
baik akan membuat seseorang terpeleset dari tujuan dan prinsip
hidupnya. Telinga bisa mendengar, mata bisa melihat, mulut bisa
berbicara. Semua itu harus dikendalikan dengan baik.
Sebagai contoh konkret, saya mempunyai tujuan hidup menjadi
seseorang yang berguna untuk menolong semua mahluk hidup sampai ajal
menemui dan filosofi hidupnya adalah bila ada orang baik kepada
saya, maka saya akan baik kepadanya, dan bila ada orang jahat kepada
saya, maka saya akan baik juga kepadanya. Dari filosofi hidup ini,
jika dilihat dari sisi psikologinya, orang tersebut mempunyai jiwa
yang sehat, tidak mendendam dan bahagia menerima hidup. Namun, itu
hanyalah sebuah filosofi hidup, yang terpenting adalah bagaimana ia
menerapkan dalam perilakunya, apakah bisa sesempurna dengan filosofi
hidupnya atau hanya sekedar membuat filosofi hidup tetapi tidak
dijalankannya ataupun ia membuat suatu filosofi hidup, namun ia
susah menjalannya karena tidak bisa menahan godaan atau hambatan
dari luar dirinya.

Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir
jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut
dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing
negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan
filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang
kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam
berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan
dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato dan Socrates.
Socrateslah yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu
pengetahuan, maka dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu
psikologi, Bapak Sigmud Frued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi
yang paling banyak memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan.
Kedua tokoh dunia ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa
untuk menciptakan pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari
segala sesuatu, meskipun cakupannya berbeda, namun, psikologi dan
filsafat tidak bisa dipisahkan dan sebaliknya. Banyak tokoh
psikologi yang semula mempelajari filsafat kemudian melanjutkan
pengetahuannya ke bidang psikologi.
Beberapa kata kutipan yang diambil dari kedua tokoh ini, yakni :

” Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan, itulah yang kau
sebut kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan di mana
orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi
(Socrates)”.
Dan,
” Mereka yang percaya, tidak berpikir. Mereka yang berfikir, tidak
percaya (Sigmud Frued)”.

Disini dapat dilihat, bahwa terjadi suatu studi banding antara kedua
ilmu tersebut, Masing-masing membicarakan asal asul segala sesuatu
menurut perspektif ilmunya. Namun, dari kedua ilmu tersebut
mempunyai suatu kesamaan, bahkan banyak kesamaan yang membahas
mengenai asal mulanya sesuatu yang pasti ada hubungannya dengan
manusia dan alam sekitarnya.

Seorang Socrates membicarakan kebahagiaan dan seorang Sigmund Frued
membicarakan pikiran, tentunya kedua hal ini mempunyai kaitan yang
cukup besar. Filosofi hidup yang diberikan oleh Socrates mengenai
kebahagiaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan Ilmu
psikologi yang diberikan oleh Sigmund Frued mengenai pikiran (alam
sadar atau alam bawah sadar) dapat dijadikan landasan seseorang
untuk mencapai kebahagiaan.

Oleh sebab itu, seseorang yang mempelajari psikologi maupun
tidak, harus memiliki satu tujuan hidup atau filosofi hidup agar
bisa berkembang, dan seseorang yang mempelajari filsafat maupun
tidak, harus memperhatikan apakah dan bagaimanakah agar filosofinya
dapat diterapkan dengan baik dan benar sehingga mempunyai
psikologis/jiwa yang sehat untuk maju dan berhasil.

“Jika seseorang tahu kebenaran yang mendasar tentang segala sesuatu,
maka itulah inti pengetahuan
Diposkan oleh andie_taufiq_beristighfar

Posted by: Andi Taufiq | April 29, 2009

Kalau usaha ada jalan

jangan Putus Asa
Dengam Usaha semua ada jalannya

ini adalah salah satu kutipan dari Pengalaman pribadi seorang yang curhat tentang hidupnya di sebuah blog. ia yang sangat sederhana dan kecil mungkin sedikit
berguna bagi rekan-rekan di milist ini.

begini kisahnya…….

Kehidupan miskin dari seorang janda beranak 6, yang ditinggal pergi oleh
suami tercinta (meninggal), harus membesarkan 6 orang anak dengan usia
tertua 10 tahun dan bontot 10 bulan.
Dalam kehidupan keluarga, saya sebagai anak bontot tidak dan belum pernah
mengerti kasih sayang seorang ayah. Ibu yang menjadi Orang Tua Tunggal
menjadi tumpuan harapan dalam mencari sesuap nasi dan biaya pendidikan ke-6
anaknya.

Dalam masa remaja ku, aku sangat merasakan betapa pahitnya hidup, betapa
sulitnya untuk mengangkat wajah bertatapan dengan orang lain, betapa
rendahnya status sosial keluarga ku bahkan dimasa kanak-kanak ku aku tidak
pernah memiliki mainan yang dimiliki oleh teman dan tetangga ku sehingga
sering aku dan saudaraku harus berinisiatif menciptakan sediri mainan dari
bahan kayu dan papan sisa pertukangan orang. Demi memenuhi semua kebutuhan,
ibu ku harus berjuang mengolah sawa dgn cara bayar sewa, setiap hari sabtu
(pekan / pasar besar) Ibu ku berdagang ikan asin, untuk menambah uang
pensiun (PORLI dgn pangkat AIPTU) sebagai satu-satunya harta warisan yang
ditinggal ayah ku, sampai pada saat aku kelas 2 SMP, ibu ku sudah bisa
membeli 2 petak sawah dan rumah gubuk keci juga sudah kami miliki pada saat
aku berusia 1,5 tahun.

Saat kelas 1 SMA, ibu ku terpeleset dan jatuh ke jurang ketika hendak
kembali dari sawah, pergelangan tangganya patah dan tidak berfungsi lagi
untuk mengangkat beban berat, bahkan untuk mengangkat 1/2 kg pun sudah
tidak mampu. Jadilah aku dan Kakak perempuanku sebagai pengganti ibu
berjualan di pasar setiap hari sabtu. Selama 1 tahun kegiatan itu kami
tekuni, namun kenyataan semakin pahit. Semua pelanggan ibu ku lambat-laun
pindah ke pedagang lain tanpa kami tau apa penyebabnya. Terus terang, kami
sangat menghargai kejujuran, ibu mendidik kami di rumah dgn penuh disiplin.
dalam berdagang , ibu selalu bilang..”jangan sekali-kali mengurangi
timbangan dan bahkan kalau diminta, tambahkan 1 ekor ikan untuk pelanggan,
karena dgn menambahkan 1 ekor kita tidak akan rugi. Namun seperti yang saya
katakan, kenyataan dan harapan baik ternyata tidak berpihak kepada kami.
Setelah 1 tahun, kami melakukan evaluasi, tidak mungkin meneruskan kegiatan
ini lagi, karena kami sudah sering dimarahi oleh Toke (Supliyer Ikan Asin)
karena setiap hari pasar, barang yang kembali sampai 70 %. Dengan sangat
berat hati, kami terpaksa berhenti berdagang dan saat itu saya duduk di
kelas 2 SMA. Putuslah sudah harapan untuk melanjutkan pendidikan.

Dalam keadaan seperti itu, ibuku selalu bilang, “Kamu harus sekolah
terus…jangan sampai kamu mundur..gaji pensiun kita masih cukup untuk
bayar sekolah dan untuk makan kita masih punya hasil dari sawah, asalkan
berhemat kita pasti cukup untuk setiap tahun..” Demikian selalu ibu ku
berkata. Sementara Abang dan kakak ku sudah bekerja walaupun penghasilan
mereka hanya cukup untuk mereka sendiri, dan akhirnya kau memang bisa
meneruskan pendidikan ku sampai LULUS SMA tahun 1983.

Setelah Lulus, aku berfikir..”harus kemana..???” lalu dengan bantuan Abang
tertua, aku dibiayai untuk mengikuti test SIPENMARU di salah satu
Universitas di Ibu Kota Propinsi dan untuk sementara waktu aku menumpang di
rumah saudara ibu ku. Sebagai bekal, ibu membekali aku dengan beras dan
uang untuk beli lauk untuk kebutuhan selama 10 hari. Dengan semangat yang
sangat tinggi , aku mengikuti test dan dengan suatu komitmen..”Apa bila
lulus..saya harus membiayai kuliah sendiri dengan bekerja diluar jam
kuliah”. Namun…kembali aku harus menelan PIL PAHIT, karena ketika
pengumuman, nama ku tidak tercantum dalam daftar yang diterima dan akhirnya
aku kembali ke kampung halaman ku.

Hari demi hari, minggu bulan dan tahun kulalui dengan harapan yang penuh
tanda tanya..”harus kemanakah aku..?” Semua pekerjaan ku geluti, mulai dari
tukang (buruh bangunan), pengspalan jalan, kondektur bis, kernet truk,
montir bengkel mobil, bahkan pernah sebagai pengayuh becak . Semua ini ku
lakukan karena dengan tekad dan harapan ” saya tidak akan pernah kalah,
apalagi harus sampai mengemis. Saya harus bercermin kepada pengalaman Ibu
saya yang membesarkan dan mampu menyekolahkan kami sampai bisa mengecap
pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah.

Dalam perjalanan hidup saya sebagai gembel pasaran, saya tetap mangirimkan
lamaran pekerjaan. Namun ada yang aneh dalam pengharapan saya..saya ingin
sekali menjadi seorang PENGANTAR SURAT , entah apa enaknya dan entah apa
penyebabnya. Dua kali saya melamar di Instansi tersebut..2 kali juga saya
harus menelan PIL PAHIT. tapi apakah perjuangan saya sampai di sini..??
“tidak..!!!”, saya tetap mengirimkan lamaran saya ke Instansi tersebut,
sampai akhirnya suatu saat saya mendapatkan penggilan ke 3 untuk seleksi
penerimaan dan Hasilnya…”PUJI TUHAN” harapan ku terkabulkan..angan-angan
ku tercapai…bahkan lebih dari yang aku harapkan…yang tadinya aku ingin
sebagai sekedar pengantar surat…tetapi yang kudapatkan menjadi Seorang
Karyawan Kelas Menengah sebagai Petugas Pos Keliling Desa di salah satu
kecamatan walaupun dalam masa 1 tahun aku harus menjadi tenaga lepas harian
dengan gaji (ketika itu) Rp1.200 / hari, padahal pekerjaan terakhirku
menjadi kondektur bis sudah Rp2.500 / hari net..makan dan rokok
gratis..heheheh…) belum lagi aku harus membayar biaya sewa kamar di
tempat kerja ku.

Hari demi hari pekerjaan ku kujalani dengan penuh ketekunan dan bahkan
tidak jarang aku harus keluar masuk dusun di tengah kebun kopi untuk
menjemput surat atau kiriman lainnya dan bahkan hal ini sering kulakukan
diluar jam dinas kerja, karena mengingat apabila kulakukan pada jam kerja,
tidak akan mungkin cukup waktu jam dinas ku, karena aku harus kembali ke
kantor pada jam yang sudah ditentukan, agar semua pekerjaan dan kiriman
yang ku ambil dari desa bisa berangkat hari itu juga ke Kantor Cabang di
kabupaten. Demikianlah kulakukan pekerjaan itu dengan senang hati dan
bangga selama +/- 4 tahun.

Dalam perjalanan 4 tahun, walaupun semua kujalani dengan senang hati, namun
lama kelamaan aku mulai merasa berat, karena harus naik sepeda motor sejauh
78 km / hari, melayani 14 desa, 4 SMU, 8 SMP dan puluha SD dan bahkan 3
kali dalam seminggu harus melayani 2 kecamatan karena ada pemekaran
kecamatan dan disana belum ada pelayanan instansi ku . Dengan melalui jalan
setapak, kadang jalanan berbatu cadas..bahkan kadang dengan lumpur hampir
se dengkul..(kalau di musim penghujan) semua kujalani dan memang harus ku
jalani. Dalam perjalanan karir selama 4 tahun, aku mencoba berdiskusi
dengan para senior dan pimpinan, bagaimana cara peningkatan karir. Mereka
semua sangat baik hati dan membangun motivasi dalam diri ku. Sampai suatu
saat, tiba waktunya dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh perusahaan,
aku mengikuti seleksi untuk menjalani Pendidikan dan Pelatihan Internal.
Didasari pengalaman dan banyaknya kegagalan serta beratnya penderitaan
dalam perjalanan hidup, aku berusaha dengan segala upaya. Buku-buku di
perpustakaan kantor kupinjam dari pimpinan dan ku bawa ke rumah, hampir
semua buku dan nyaris perpustakaan kantor pindah ke kamar kost ku. Akhirnya
atas Berkat Rakhmat dan Perkenan Tuhan…., aku dinyatakan LULUS test di
Wilayah Propinsi dan selanjutnya mengikuti test Pusat di P. Jawa. Doa
Pengahrapan dan Perjuangan ku , oleh Tuhan dibukakan jalan dan aku LULUS
dan berhak mengikuti pendidikan penjenjangan (non gelar) selama 1 ,5 tahun.

Hari-hari berikutnya setelah LULUS dari pendidikan , pekerjaan kujalani
dengan lancar hingga 2,5 tahun kemudian aku kembali Diberikan Tuhan Jalan
untuk mengikuti Pendidikan Jenjang Diploma di pendidikan internal. Singkat
cerita…, saat ini saya menjadi seorang Supervisor di salah satu Unit
Pelaksana Tekhnis di daerah Jakarta setelah mengalami mutasi dari beberapa
kota.
Hasil yang kuraih saat ini adalah Pemberian Tuhan , karena Ia melihat
perjuangan dan mendengar Doa dan Pengharapan ku. lalu apakah aku Puas…???
tidak…tapi aku Cukup Bangga dengan hasil ku saat ini, dari seorang Gembel
Terminal dan Tukang Kayuh Becak, kini menjadi Seorang Karyawan Tetap BUMN.

Pesan saya kepada rekan-rekan…Jangan Menyerah terhadap Tantangan Hidup
dan Kondisi Lingkungan. Tataplah ke depan karena SEJAUH MATA MEMANDANG,
SELUAS ITU PULA HARAPAN TERBENTANG UNTUK DIRAIH, dan jangn Lupa, SERTAKAN
TUHAN DALAM SEGALA RENCANA HIDUP MU, KARENA DIA YANG BERKENAN UNTUK
MERANCANGKAN YANG BAIK DALAM HIDUPMU

Posted by: Andi Taufiq | April 29, 2009

ASAL MULA DAN PETA TULUNGAGUNG

lokasi-tulungagung-dlm-jatim

 

www.andiethk.wordpress.com

TULUNGAGUNG

 

Dari kata TULUNG dan AGUNG

Kata Tulung mempunyai dua arti :

Pertama : Tulung dalam bahasa Sansekerta artinya Sumber air atau dalam bahasa Jawa

dapat dikatakan umbul.

Kedua : Tulung yang berarti pemberian, pertolongan atau bantuan.

 

Adapun Agung berarti besar.

 

Jadi lengkapnya TULUNGAGUNG mempunyai arti arti “SUMBER AIR BESAR atau “PERTOLONGAN BESAR”

Meskipun Sumber air, dan Pertolongan itu berlainan artinya, namun di dalam sejarah Tulungagung keduanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai hubungan erat sekali dalam soal asal mula terbentuknya daerah maupun perkembangannya.

Dahulu orang menyebutnya kabupaten Ngrowo, karena ini sesuai dengan keadaan daerah Tulungagung dahulu yang berupa rawa-rawa.

Lalu lintas perhubungan dilakukan melalui sungai, terutama lewat sungai yang sekarang masih disebut sungai Ngrowo.

Menurut Guru Bahasa Indonesia saya di SMPN 1 Tulungagung. Saya juga pernah mendengar dari beliau bahwa Tulungagung mempunyai arti Sumber Air Besar bukanlah tanpa sebab, karena di bawah tanah dalam menurut penelitian ada semacam sungai / arus air yang kuat. Bahkan di dekat pasar sore dahulu ada semacam gletser (air yang menyembur keluar terus) dulu banyak dimanfaatkan warga yang mau kepasar. Selain itu dahulu sebelum tahun 80 an kota ini sering banjir besar. Bahkan waktu zaman penjajahan warga pernah digiring untuk kerja rodi untuk membuat saluaran air di Tulungagung selatan sampai pantai selatan (Trowongan Air Niama).

 

Kira-kira gitu deh…. Mungkin ada yg denger cerita lain????

Posted by: Andi Taufiq | April 26, 2009

Perubahan dan masyarakat

COMUNITY DEVELOPMENT
Ditulis oleh
http://www.Andiethk.wordpress.com

andi TH Ushuluddin STAIN T.Agung

A. Mengetahui Bagaimana konsep perubahan
B. Mengetahui Bagaimana memahami masyarakat
C. Mengetahui pengertian Fasilitator
D. Mengetahui nilai-nilai dalam memfasilitasi
E. Mengetahui peran dan fungsi fasilitator
F. Mengetahui Bagaimana etika dan ciri-ciri seorang fasilitator
G. Mengetahui Bagaimana orang dewasa sebagai pelajar

A. KONSEP PERUBAHAN
Dalam kehidupan ini, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat (komunitas) selalu mengalami perubahan guna menuju sebuah perkembangan, baik itu pola, bentuk dsb. Untuk itu sebuah perubahan sangat perlu terjadi dalam komunitas jika komunitas itu ingin berkembang.
Kalah dipikir, sebenarnya tanpa disadaripun, perubahan itu sendiri terjadi pada diri kita seperti halnya usia dan kondisi tubuh kita.Dengan semakin berjalannya waktu, usia akan terus bertambah menyebabkan kondisi fisik dan kecantikan seseorang akan juga berubah.
Perubahan dalam segala hal telah mengubah tatanan dan nilai yang ada. Mungkin kita mengganggap sesuatu tidak baik atau salah 20 tahun yang lalu, dan sekarang sudah menjadi sesuatu hal yang biasa. Ini menunjukkan bahwa wajah dunia yang selalu berubah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menyikapi suatu perubahan, dan bagaimanakah konsep perubahan itu. Status quo mungkin saja bisa menyenangkan bagi sejumlah orang, namun karena dalam kehidupan harus terjadi perkembangan dan kemajuan, maka harus ada perubahan. Sesunggunya perubahan itu akan selalu ada, hanyalah perubahan yang tidak berubah. Karena bila ingin mencari dan memperoleh perkembangan, maka manusia harus mencari perubahan dan melakukan perubahan.
Pada intinya dalam konsep perubahan itu ada sesuatu yang selalu dinamis. Sebab dengan adanya perubahan itu diharapkan ada sebuah bentuk pergeseran dan pergerakan yaitu dari buruk menjadi baik, dari tidak tahu menjadi tahu dsb. Sebuah perubahan diharapkan dapat menggeser sesuatu yang buruk menjadi baik sehingga menjadikan sesuatu lebih maju dari keadaan yang telah ada.
Dalam perubahan pun tak lepas dari adanya pro dan kontra dalam menyikapi sesuatu yang baru, memang pada umumnya sesuatu yang baru banyak menimbulkan wacana dan tindakan yang pro kontra dalam diri, karena terdapat eksplorasi yang baru yang tidak di dukung dengan kesiapan diri menerima bagitu saja konsep baru. Oleh karena itu yang dihadapi mereka sebetulnya adalah penjelasan yang logis dan dapat di terima dalam hati dan fikiran mereka akan perubahan yang terjadi .
B. MEMAHAMI MASYARAKAT
Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat beragam karakter ada dan muncul sebagai khasanah kehidupan bermasyarakat yang majemuk, yang mana hal itu menunjukkan bahwa ke heterogen-an masyarakat itu ada dan terjadi disana.
Keheterogen-an masyarakat itu menunjukkan bahwa masyarakat itu pun mempunyai beraneka konsep pemahaman dalam kehidupan social mereka.
Memang untuk bisa memahami seseorang itu bisa sulit, apalagi untuk memahami masyarakat yang sangat majemuk dan beragam, tentu tak semudah hanya sekedar memahami keberadaan seseorang.
Menurut pemakalah bahwa untuk bisa memahami masyarakat itu harus ada metode yang cocok dengan keadaan komunitas yang ada dalam masyarakat dengan melakukan observasi, pengamatan dan penelitian yang mendalam.
Memang pada umumnya untuk dapat memahami masyarakat perlu diketahui dahulu latar belakang kultur budaya (Baik dari segi agama, norma dll), kebiasaan, kecenderungan yang biasa mereka lakukan, termasuk kondisi perekonomian dan letak wilayah yang mereka diami serta hal-hal yang melingkupi lainnya yang menjadikan mereka berbuat sesuatu, sehingga dari situlah setidaknya dapat diketahui bagaimana mereka dan apa yang diinginkannya, serta selanjutnya tentu dengan meneliti dan mengkajinya hal hal yang melingkupinya secara obyektif.

C. FASILITATOR
Fasilitator adalah orang yang memberikan bantuan dalam memperlancar proses komunikasi sekelompok orang (antara kelompok / orang satu dengan yang lainnya) dsb, sehingga mereka dapat bertemu, memahami atau memecahkan masalah secara bersama-sama. Fasilitator bukanlah seseorang yang bertugas hanya memberikan pelatihan, bimbingan nasihat atau pendapat. Fasilitator hendaknya menjadi narasumber yang baik untuk berbagai permasalahan.
Jadi intinya menurut pemakalah Fasilitator adalah orang yang memfasilitasi keperluan yang difasilitasi (baik individu, kelompok dan sebagainya) sesuai dengan kemampuan dan tujuan (goal setting) diadakannya pemfasilitasan.

D. NILAI-NILAI DAN ETIKA DALAM MEMFASILITASI
Menurut pemakalah bahwa dalam memfasilitasi seorang fasilitator hendaknya mempunyai nilai, etika dan sikap yang diantaranya sebagai berikut:
1. Bersikap hormat dan saling menghargai
2. Mempunyai komitmen untuk bisa membantu yang difasilitasi dengan win-win solution.
3. Adil atau tidak memihak, jika yang difasilitasi adalah mereka yang sedang pro atau kontra maupun yang lagi bersengketa.
4. Tegas dan jelas dalam memfasilitasi
5. Berani dan tepat dalam memfasilitasi
6. Tidak menyulut terjadinya persoalan yang dapat menimbulkan masalah.

E. FUNGSI DAN PERAN FASILITATOR
Dalam sebuah perundingan, pertemuan dsb. Seorang fasilitator mempunyai peran dan fungsi utama yaitu sebagai penengah maupun mediator antara pihak-pihak yang ada (pihak yang difasilitasinya).
Adapun tugas dan wewenangnya antara lain adalah:
1. Menata acara / menyiapkan keperluan yang difasilitasi
2. Menata situasi kondisi.
3. Mengintensifkan kerjasama dan komunikasi antar anggota kelompok / yang difasilitasi
4. Mengarahkan acara atau kesepakatan yang hendak dicapai sesuai dengan agenda.
5. Mengadakan bimbingan pada kelompok, memberikan umpan balik/feedback kepada anggota kelompok.
6. Apabila dalam diskusi terdapat pembicaraan yang keluar jalur, Fasilitator juga bertugas sebagai penengah untuk mengembalikan topic pembicaraan ke jalur yang benar.
7. Merumuskan kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil kegiatan yang difasilitasi.
8. Mengadakan evaluasi terhadap pihak-pihak yang difasilitasi.
Tanggung Jawab Tim Fasilitator bertanggung jawab agar persiapan dan kegiatan proses pembelajaran berhasil sesuai dengan tujuan.

F. CIRI-CIRI SEORANG FASILITATOR
1. Bisa berkomunikasi dengan baik dan mampu sebagai Seorang Fasilitator
Fasilitator harus mendengarkan pendapat setiap anggota kelompok, menyimpulkan pendapat mereka, menggali keterangan lebih lanjut, dan membuat suasana akrab dengan kelompok / antar kelompok.
2. Menghormati sesama dan semua anggota kelompok
Fasilitator harus menghargai sikap, pendapat, perasaan dari setiap anggota kelompok.
3. Berpengetahuan
Fasilitator harus mempunyai pengetahuan yang cukup terhadap setiap persoalan yang akan dibahas / difasilitasinya sehingga harus mempunyai minat yang besar terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
4. Memiliki sifat permisif (terbuka)
Fasilitator harus dapat menerima pendapat atau sikap yang mungkin kurang sesuai dengan pandangan masyarakat luas yang disampaikan oleh anggota kelompok, . Fasilitator menanggapi hal tersebut diatas dengan sikap terbuka
5. Peka terhadap aspirasi.
Sebagai seorang fasilitator harus mampu membaca keinginan mereka-mereka yang difasilitasi olehnya secara obyektif, jadi fasilitator dengan begitu tidak mengecewakan pihak-pihak yang difasilitasinya
6. Berani ikut bertanggung jawab atas segala komitmen yang telah dicapai bersama sehingga sesuatu yang dilakukan lebih bertanggung jawab.

G. ORANG DEWASA SEBAGAI PELAJAR
Konsep masyarakat belajar (learning community) menyarankan supaya pembelajaran dapat diperoleh dari dan melalui kerjasama dengan orang lain. Kerjasama itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik dalam kelompok belajar secara formal maupun dalam lingkungan yang terjadi secara alamiah atau non formal. Hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain, antar teman, antar kelompok, dsb. yang sudah tahu dan mengerti memberi tahu kepada yang belum tahu dan mengerti, mereka yang pernah memiliki pengalaman membagi pengalamannya pada pada orang lain. Inilah hakikat masyarakat yang belajar, masyarakat yang saling berbagi.
Jadi dalam konsep ini dapat disimpulkan bahwa orang dewasa bisa menempatkan keberadaan dirinya sebagai seorang pelajar yang sedang menimba ilmu dari orang lain yang lebih mengerti dan lebih berpengalaman akan sesuatu hal, baik yang menyangkut dalam kehidupan individu, bermasyarakat (dalam komunitas) maupun aspek lainnya, Sehingga mampu menjadikan dirinya lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

1 http://www.andiethk.wordpress.com
2 http://hqweb01.bkkbn.go.id/hqweb/ceria/pengelolaceria/pp3fasilitator.html
3 Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi KBK. (Jakarta:Kencana, 2005)
4 http://indosdm.com/index.php?option=com_content&task=view&id=8&Itemid=43

Posted by: Andi Taufiq | April 25, 2009

kitab riyadhus solihin tentang amanat

by ; andie
Perintah Menunaikan Amanat

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah itu memerintahkan kepada engkau semua supaya engkau semua menunaikan – memberikan – amanat kepada ahlinya – pemiliknya.” (an-Nisa’: 58)
Allah Ta’ala berfirman pula:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan amanat [18] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa takut terhadap itu, sedang manusia suka memikulnya, sesungguhnya manusia itu amat menganiaya serta bodoh sekalian.” (al-Ahzab: 72)
200. Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tanda orang munafik itu tiga macam iaitu jikalau berkata ia dusta, jikalau berjanji ia menyalahi – tidak menepati – dan jikalau diamanati – dipercaya untuk memegang sesuatu amanat – lalu ia khianati.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan-dengan tambahan: “Sekalipun ia berpuasa, bersembahyang dan menyangka bahawa ia seorang muslim.”
201. Dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w., memberitahukan kepada kita dua Hadis, yang sebuah sudah saya ketahui sedang yang lainnya saya menanti-nantikan. Beliau s.a.w. memberitahukan kepada kita bahawasanya amanat itu turun dalam dasar asli dari hati orang-orang, kemudian turunlah al-Quran. Orang-orang itu lalu mengetahuinya dari al-Quran dan mengetahuinya pula dari as-Sunnah. Selanjutnya beliau s.a.w. memberitahukan kepada kita tentang lenyapnya amanat itu, beliau s.a.w. bersabda: “Seseorang itu tidur setiduran, lalu diambillah amanat itu dari hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya itu bagaikan bekas yang ringan. Selanjutnya ia tidur seketiduran lagi, lalu diambillah amanat itu dari hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya bagaikan lepuhnya tangan – sehabis mengerjakan sesuatu. Jadi seperti suatu bara api yang engkau gelindingkan pada kakimu, kemudian melepuhlah, engkau lihat ia meninggi, tetapi tidak ada apa-apanya.” Di kala menceriterakan ini beliau s.a.w. mengambil sebuah kerikil lalu digelindingkan ke arah kakinya.
“Kemudian berpagi-pagi orang-orang sama berjual-beli, maka hampir saja tiada seorangpun yang suka menunaikan amanat, sampai-sampai dikatakan: “Bahawasanya di kalangan Bani Fulan itu ada seorang yang amat baik memegang amanat – terpercaya, sehingga kepada orang tersebut dikatakan: “Alangkah giatnya ia bekerja, alangkah indah pekerjaannya, alangkah pula cerdiknya. Padahal dalam hatinya sudah tidak ada lagi keimanan sekalipun hanya seberat timbangan biji sawi.
“Nescayalah akan datang padaku suatu zaman, saya pun tidak mempedulikan, manakah di antara engkau semua yang saya beri bai’at. Jikalau ia seorang muslim, hendaklah kembali saja agamanya itu kepadaku – supaya tidak berkhianat – dan jikalau ia seorang Nasrani atau Yahudi, baiklah walinya saja yang kembali padaku -supaya amanat itu dipikulnya dan lenyaplah tanggungan beliau s.a.w. daripadanya. Adapun pada hari ini, maka saya tidak pernah membai’at seseorang di antara engkau semua, melainkan si Fulan dan si Fulan itu saja.” (Muttafaq ‘alaih)
202. Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Allah Tabarakawa Ta’ala mengumpulkan seluruh manusia lalu berdirilah kaum mu’minin sehingga didekatkanlah syurga untuk mereka. Mereka mendatangi Adam shalawatullah ‘alaih, lalu berkata: “Hai bapa kita, mohonkanlah untuk kita supaya syurga itu dibuka.” Adam menjawab: “Bukankah yang menyebabkan keluarnya engkau semua dari syurga itu, tiada lain kecuali kesalahan bapamu semua ini. Bukan aku yang dapat berbuat sedemikian itu. Pergilah ke tempat anakku Ibrahim, kekasih Allah.”
Beliau s.a.w. meneruskan: “Selanjutnya Ibrahim berkata: “Bukannya aku yang dapat berbuat sedemikian itu, hanyasanya aku ini sebagai kekasih dari belakang itu, dari belakang itu – maksudnya untuk sampai ke tingkat yang setinggi itu tidak dapat aku melakukannya. [19] Pergilah menuju Musa yang Allah telah berfirman kepadanya secara langsung.” Mereka mendatangi Musa, lalu Musa berkata: “Bukannya aku yang dapat berbuat sedemikian itu. Pergilah ke tempat Isa, sebagai kalimatullah – disebut demikian kerana diwujudkan dengan firman Allah: Kunduna abin ertinya “Jadilah tanpa ayah – dan juga sebagai ruhullah – maksudnya mempunyai ruh dari Allah dan dengannya dapat menghidupkan orang mati atau hati yang mati.” Seterusnya setelah didatangi Isa berkata: “Bukan aku yang dapat berbuat sedemikian itu.” Kemudian mereka mendatangi Muhammad s.a.w., lalu Muhammad berdiri – di bawah ‘Arasy – dan untuknya diizinkan memohonkan sesuatu.
Pada saat itu amanat dan kekeluargaan dikirimkan, keduanya berdiri di kedua tepi Ash-Shirath – jambatan, iaitu sebelah kanan dan kiri. Maka orang yang pertama-tama dari engkau semua itu melaluinya sebagai cepatnya kilat.”
Saya – yang merawikan Hadis – bertanya: “Bi-abi wa ummi, bagaimanakah benda yang berlalu secepat kilat?” Beliau s.a.w. menjawab: “Tidakkah engkau semua mengetahui, bagaimana ia berlalu dan kemudian kembali dalam sekelip mata. Kemudian yang berikutnya dapat melalui AshShirath sebagai jalannya angin, kemudian sebagai terbangnya burung, lalu sebagai seorang yang berlari kencang. Bersama mereka itu berjalan pulalah amalan-amalan mereka sedang Nabimu ini – Muhammad s.a.w. – berdiri di atas Ash-Shirath tadi sambil mengucapkan: “Ya Tuhanku, selamat-kanlah, selamatkanlah.” Demikian itu hingga hamba-hamba yang lemah amalan-amalannya, sampai-sampai ada seorang lelaki yang datang dan tidak dapat berjalan melainkan dengan merangkak -sebab ketiadaan kekuatan amalnya untuk membuat ia dapat berjalan baik.”
Pada kedua tepi Ash-shirath itu ada beberapa kait yang digantungkan dan diperintah untuk menyambar orang yang diperintah untuk disambarnya. Maka dari itu ada orang yang tergaruk tubuhnya, tetapi lepas lagi – selamat – dan ada yang terpelanting ke dalam neraka – yang sebahagian menindihi sebahagian orang yang lain.
Demi Zat yang jiwa Abu Hurairah ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya dasar bawah neraka Jahanam nescayalah sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.” (Riwayat Muslim)
Ucapannya Waraa-a, Waraa-a, itu dibaca dengan fathahnya kedua hamzah dan ada yang mengatakan bahawa kedua hamzahnya didhammahkan tanpa ditanwinkan. Adapun maknanya ialah: “Bukannya aku yang dapat menempati darjat yang setinggi itu.” Ini adalah kata-kata yang disebutkan untuk menyatakan tawadhu’ yakni merendahkan diri. Hal ini telah saya (Imam an-Nawawi) kupas maknanya dalam syarah kitab Shahih Muslim. Wallaahu a’lam.
203. Dari Abu Khubaib, dengan dhammahnya kha’ mu’jamah, iaitu Abdullah bin Zubair radhtallahu ‘anhuma, katanya: “Ketika Zubair berdiri – menghadapi musuh – di waktu hari perang Jamal – antara sesama kaum Muslimin yakni pasukan Ali r.a. dan Aisyah radhiallahu ‘anha yang saat itu mengendarai unta, maka disebut perang Jamal – Zubair memanggil saya lalu saya pun berdiri didekatnya. Ia berkata: “Hai anakku, sesungguhnya saja pada hari ini tidak ada seorang pun yang terbunuh, melainkan ia adalah seorang yang menganiaya atau seorang yang dianiaya – dan bahawasanya aku merasakan bahawa aku akan dibunuh pada hari ini sebagai seorang yang dianiaya – kerana membela yang benar dan ia ada di barisan Ali r.a. [20] . Sesungguhnya salah satu daripada kedukaanku yang terbesar adalah hutangku. Adakah engkau menyangka bahawa hutangku itu akan masih dapat meninggalkan sesuatu harta kita? – maksudnya kerana amat banyak sekali, maka apakah kiranya masih ada yang tertinggal jikalau semua itu digunakan untuk melunasinya,”
Zubair melanjutkan ucapannya: “Hai anakku, jual sajalah harta kita itu dan lunasilah seluruh hutangku.” Zubair mewasiatkan dengan sepertiga, dan sepertiga dari sepertiga diperuntukkan anak-anak Abdullah – yakni bahawa yang diwasiatkan untuk anak-anaknya Abdullah bin Zubair ialah sepertiganya sepertiga (sepersembilan).
Zubair berkata: “Jikalau ada kelebihan dari harta kita – setelah digunakan melunasi hutangnya, maka yang sepertiganya sepertiga adalah untuk anak-anakmu.”
Hisyam berkata: “Anak Abdullah itu ada yang menentang -tidak sesuai dalam sesuatu hal – kepada anak-anaknya Zubair, yakni Khubaib dan ‘Abad, sedang Zubair pada hari itu mempunyai sembilan orang anak lelaki dan sembilan orang anak perempuan.” Abdullah bin Zubair berkata: “Maka mulailah Zubair mewasiatkan kepadaku perihal hutangnya dan ia berkata: “Hai anakku, jikalau engkau merasa lemah untuk melaksanakan sesuatu daripada melunasi hutang itu – Ertinya tidak ada lagi harta untuk mencukupinya maka mintalah pertolongan kepada Yang menguasai diriku?” Abdullah berkata: “Demi Allah, saya tidak mengerti sama sekali apa yang dimaksudkan olehnya – dengan kata-kata yang menguasainya itu, maka saya berkata: “Hai ayahku, siapakah yang menguasai ayah ini?” Ia berkata: “Iaitu Allah.” Abdullah berkata: “Maka demi Allah, tiada satu waktupun saya merasa jatuh dalam kedukaan kerana memikirkan hutang ayah itu, melainkan saya tentu berkata: “Wahai Yang menguasai Zubair, tunaikanlah hutang Zubair ini!” Maka Tuhan menunaikannya.
Abdullah berkata: “Selanjutnya Zubair terbunuh – dalam peperangan – dan ia tidak meninggalkan sedinar atau sedirhampun melainkan ada beberapa bidang tanah, di antaranya ialah Ghabah – sebidang tanah yang terkenal namanya di dekat Madinah, yakni di sebelah utaranya, sebelas buah rumah di Madinah, dua buah rumah di Bashrah dan sebuah rumah di Kufah, juga sebuah rumah di Mesir.”
Abdullah berkata: “Sebenarnya saja sebabnya Zubair mempunyai hutang itu ialah kerana apabila ada seorang lelaki datang padanya dengan membawa harta, lalu harta itu dimaksudkan olehnya akan dititipkan kepada Zubair, tetapi Zubair lalu berkata: “Jangan dititipkan, tetapi bolehlah itu menjadi pinjaman saja, kerana sesungguhnya saya sendiri takut kalau harta itu hilang. Zubair tidak pernah menjabat sebagai penguasa negara sama sekali, tidak pula pernah mengusahakan pengolahan tanah ataupun memperolehi hasil pertanian, bahkan tidak pernah juga bekerja sesuatu apapun, melainkan ia pernah mengikuti peperangan beserta Rasulullah s.a.w. atau bersama Abu Bakar, Umar atau Usman radhiallahu ‘anhum – dan dengan demikian memperolehi bahagian harta rampasan perang atau ghanimah.”
Abdullah berkata: “Kemudian saya menghitung hutang yang menjadi tanggungannya. lalu saya dapatkan itu adalah sebanyak dua juta dua ratus ribu – dirham.”
Hakim bin Hizam lalu menemui Abdullah bin Zubair dan berkata: “Hai anak saudaraku, berapa jumlahnya hutang yang menjadi tanggungan saudaraku-yakni Zubair -itu?” Saya -Abdullah – menyembunyikannya jumlah itu dan saya berkata: “Seratus ribu.” Hakim berkata: “Demi Allah, saya mengira bahawa hartamu tidak akan mencukupi untuk melunas hutang sebanyak itu.” Abdullah berkata: “Kalau begitu, bagaimana pengiraanmu, jikalau hutangnya yang sebenarnya itu ada dua juta dua ratus ribu?” Ia berkata: “Saya kira, anda tidak akan kuat melunasi itu semua, tetapi jikalau anda merasa lemah – kesukaran – untuk melunasi sesuatu dari hutang Zubair itu, hendaklah meminta pertolongan padaku.”
Abdullah berkata:”Zubair itu pernah membeli tanah Ghabah dengan harga seratus tujuh puluh ribu.” Tanah Ghabah lalu dijual oleh Abdullah dengan harga sejuta enam ratus ribu, kemudian ia berkata – kepada umum -: “Barangsiapa yang merasa memberikan hutang kepada Zubair, hendaklah suka kamu lunasi dengan perhitungan harga tanah Ghabah.” Kemudian datanglah Abdullah bin Ja’far dan ia pernah memberi hutang kepada Zubair sebanyak empat ratus ribu. Abdullah bin Ja’far berkata kepada Abdullah bin Zubair: “Jikalau anda suka, hutang itu saya tinggalkan untuk anda – yakni tidak usah dikembalikan.” Abdullah bin Zubair berkata: ‘Tidak-yakni hutang itu akan dilunasi.” Abdullah bin Ja’far berkata: ‘Sekiranya anda suka, pelunasan itu hendak anda belakangkan juga boleh anda belakangkan – yakni tidak tergesa-gesa dikembalikan.” Abdullah bin Zubair menjawab: “Jangan – yakni akan segera dilunasi.” Katanya lagi: “Kalau begitu., potongkan sajalah sebahagian dari tanah Ghabah itu!” Abdullah bin Zubair berkata: “Untuk anda ialah tanah dari batas ini sampai ke batas itu.” Dengan demikian Abdullah bin Zubair telah menjual sebahagian tanah Ghabah itu dan ia melunasi sebahagian hutang ayahnya.
Kini yang tertinggal ialah empat setengah bahagian. Ia datang kepada Mu’awiyah dan di sisinya terdapatlah Amr bin Usman, Mundzir bin Zubair dan Ibnu Zam’ah. Mu’awiyah bertanya padanya: “Berapa diperkirakan harga tanah Ghabah itu?” Abdullah berkata: “Tiap sebahagian berharga seratus ribu.” Ia bertanya pula: “Kini tinggal berapa bahagiannya.” Jawabnya: “Empat setengah bahagian.” Mundzir bin Zubair berkata: “Baiklah, untuk saya ambil satu bahagiannya dengan harga seratus ribu.” Amr bin Usman juga berkata: “Saya ambil satu bahagiannya pula dengan harga seratus ribu.” Ibnu Zam’ah juga berkata: “Saya ambil satu bahagiannya dengan harga seratus ribu.” Selanjutnya Mu’awiyah berkata: “Berapa bahagian kini yang tertinggal?” Jawabnya: “Satu setengah bahagian.” Ia berkata: “Baiklah, saya ambil satu setengah bahagian dengan harga seratus lima puluh ribu.”
Abdullah bin Zubair berkata: “Abdullah bin Ja’far menjual bahagiannya kepada Mu’awiyah dengan harga enam ratus ribu.”
Setelah Abdullah bin Zubair menyelesaikan pelunasan hutang ayahnya, lalu anak-anaknya Zubair berkata: “Bahagikanlah bahagian warisan kita masing-masing.” Tetapi Abdullah bin Zubair menjawab: “Demi Allah, saya tidak akan membahagi-bahagikan itu antara engkau semua, sehingga saya memberitahukan secara umum pada setiap musim, yakni selama empat tahun,iaitu dengan ucapan: “Ingatlah, barangsiapa yang pernah memberikan hutang kepada Zubair, hendaklah datang di tempat kita dan kita akan melunasinya.” Demikianlah setiap tahunnya pada waktu musim haji itu diumumkan pemberitahuannya.
Setelah selesai empat tahun, lalu harta warisan itu dibahagi-bahagikan antara anak-anaknya Zubair dan dikurangi sepertiganya. Zubair ketika wafatnya mempunyai empat orang isteri, maka setiap isteri itu memperolehi sejuta dua ratus ribu. Jadi semua harta Zubair itu ialah lima puluh juta dua ratus ribu. (Riwayat Bukhari)

Memenuhi Perjanjian Dan Melaksanakan Janji

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan penuhilah perjanjian, kerana sesungguhnya perjanjian itu akan ditanyakan(dimintai pertanggungjawaban).” (al-lsra’: 34)
Allah Ta’ala berfirman lagi:
“Dan penuhilah perjanjian terhadap Allah, jikalau engkau semua menjanjikannya.” (an-Nahl: 91)
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Hai sekalian orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji itu.” (al-Maidah: 1)
Allah Ta’ala berfirman pula:
“Hai sekalian orang-orang yang beriman, mengapa engkau semua mengucapkan apa-apa yang tidak engkau semua kerjakan? Besar sekali dosanya di sisi Allah jikalau engkau semua mengucapkan apa-apa yang tidak engkau semua kerjakan itu.” (as-Shaf: 2-3)
687. Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tandanya orang munafik itu ada tiga, iaitu: jikalau ia berbicara berdusta, jikalau ia berjanji menyalahi dan jikalau ia dtpercaya berkhianat.” (Muttafaq ‘alaih)

la menambahkannya dalam riwayat Imam Muslim: “Sekalipun orang itu berpuasa dan bersembahyang dan mengaku bahawa dirinya adalah seorang Muslim.”

688. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Nabi s.a.w. bersabda:

“Ada empat perkara, barangsiapa yang empat perkara itu semuanya ada di dalam dirinya, maka orang itu adalah seorang munafik yang murni – yakni munafik yang sebenar-benarnya – dan barangsiapa yang di dalam dirinya ada satu perkara dari empat perkara tersebut, maka orang itu memiliki pula satu macam perkara dari kemunafikan sehingga ia meninggalkannya, iaitu: jikalau dipercaya berkhianat, jikalau berbicara berdusta, jikalau berjanji dia tidak tepati dan jikalau bertengkar maka ia berbuat kecurangan – yakni tidak melalui jalan yang benar lagi.” (Muttafaq ‘alaih)

Keterangan:
Nifaq atau kemunafikan adalah suatu sifat yang ada di dalam hati manusia dan tidak dapat diketahui oleh orang lain. Kemunafikan adalah suatu penyakit rohani yang tidak dapat disembuhkan kecuali oleh orang itu sendiri. Kita dapat mengetahui seseorang itu dihinggapi oleh penyakit kemunafikan, hanyalah semata-mata dari tanda-tandanya yang lahiriyah belaka.
Apakah kemunafikan itu? Kemunafikan ialah menunjukkan di luar sebagai seorang Muslim yang benar-benar keislaman dan keimanannya, tetapi dalam hatinya adalah sebaliknya. Orang munafik itu hakikatnya adalah orang yang memusuhi Agama Islam, menghalang-halangi perkembangan dan kemajuan Islam, tidak ridha dengan kepesatan dan keluhuran Islam dan dengan segala daya-upaya hendak mematikan Agama Islam. Itulah yang terkandung dalam hatinya yang sebenar-benarnya. Hanya tampaknya saja ia sebagai pemeluk Islam yang setia. Bagi Islam orang munafik itu adalah sebagai musuh dalam selimut. la menggunting dalam lipatan atau menohok kawan seiring dari belakang. Besar benar bahayanya kaum munafik itu terhadap Islam dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu Allah menjanjikan siksa yang pedih kepada kaum munafik itu dengan firmannya:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu ada di dalam tingkat terbawah dari neraka.”

Oleh sebab tidak seorang pun yang mengetahui isi hati seseorang, maka oleh Rasulullah s.a.w. dihuraikan tanda-tandanya kemunafikan, iaitu ada empat macam perkara. Dijelaskan oleh beliau s.a.w. bahawa barangsiapa yang memiliki empat macam perkara itu keseluruhannya, maka ia benar-benar dapat digolongkan dalam kelompok kaum munafik yang tulen atau murni, bagaikan emas kemunafikannya sudah 24 karat. Tetapi apabila hanya satu perkara saja yang dimilikinya itu, maka ia telah dihinggapi satu macam penyakit kemunafikan tersebut.
Adapun empat perkara itu ialah:
1. Jikalau berbicara berdusta.
2. Jikalau berjanji tidak menepati.
3. Jikalau bertengkar atau bertentangan dengan seseorang, lalu berbuat kejahatan.
4. Jikalau membuat sesuatu perjanjian lalu merosakkan atau membatalkannya sendiri yakni tidak mematuhi isi perjanjian itu dengan sebaik-baiknya.
Dalam Hadis sebelumnya disebutkan bahawa salah satu sifat kemunafikan ialah: Jikalau dipercaya lalu berkhianat. Penyakit kemunafikan itu tetap berjangkit dalam diri seseorang selama sifat-sifat buruk di atas (lima macam) tidak ditinggalkan, sekalipun orang tersebut mengerjakan shalat, puasa serta mengaku bahawa dirinya adalah manusia Muslim.
Amat sederhana sekali nampaknya sifat-sifat kemunafikan yang banyaknya empat atau lima macam di atas itu, tetapi bahayanya amat besar sekali. Oleh sebab itu, selama masih ada satu penyakit kemunafikan itu menghinggapi seseorang, maka tetap ia dapat dianggap sebagai orang munafik, jikalau penyakitnya itu tidak dilenyapkan sendiri, sekalipun taraf kemunafikannya masih rendah.
Jadi kemunafikan seseorang itu dianggap tinggi atau rendah, murni atau tidak, hal itu tergantung kepada banyaknya sifat kemunafikan yang dimiliki olehnya. Jelasnya kemunafikannya itu dapat 20%, 40%, 60%, 80% atau 100% yakni tulen dan murni.
Semoga kita semua dihindarkan dari sifat kemunafikan ini selama-lamanya.
689. Dari Jabir r.a., katanya: “Nabi s.a.w. bersabda kepada saya: “Andaikata harta dari daerah Albahrain itu benar-benar telah tiba, tentulah saya akan memberimu sekian, sekian dan sekian.”
Tetapi harta dari Albahrain itu tidak pernah datang sampai Nabi s.a.w. wafat.
Kemudian setelah harta dari Albahrain itu datang, Abu Bakar r.a. menyuruh supaya diserukan: “Barangsiapa yang di sisi Rasulullah s.a.w. mempunyai suatu janji atau hutang, maka hendaklah datang ke tempat kami.” Saya lalu mendatangi Abu Bakar r.a., dan saya berkata: “Sesungguhnya Nabi s.a.w. pernah bersabda kepada saya demikian, demikian.” Abu Bakar r.a. lalu memberikan kepada saya suatu pemberian, kemudian saya menghitungnya, tiba-tiba jumlahnya itu ialah lima ratus dirham dan Abu Bakar r.a. berkata: “Ambillah dua kalinya itu lagi.” (Muttafaq ‘alaih)
(SUMBER : KITAB RIYADHUS SHOLIHIN)

Posted by: Andi Taufiq | April 18, 2009

Idiologi dan Pancasila

IDEOLOGI

A. Pengertian Ideologi

Ideology berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konssep, pengertian dasar, cita-cita sedang logos berarti Ilmu. Secara harfiah ideology berarti ilmu tentang pengertian dasar, ide dalam pengertian sehari-hari. Idea disamakan artinya dengan cita-cita. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga sita-sita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan/paham.

Hubungan manusia dengan cita-citanya disebut ideology. Ideology berisi seperangkat nilai, dimana nilai-nilai itu menjadi cita-citanya / manusia bekerja dan bertindak untuk mencapai nilai-nilai tersebut.

Ideology yang pada mulanya berarti gagasan dan cita-cita berkembang secara luas menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai / pemikiran yang dipegang oleh seorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup. Berikut diberikan beberapa pengertian ideology :

a. Patrick Corbett menyatakan ideology sebagai setiap struktur kejiwaan yang oleh seperangkat keyakinan mengenai penyelenggaraan hidup bermasyarakat beserta pengorganisasiannya. Seperangkat keyakinan mengenai sifat hakikat manusia & alam semesta yang ia hidup didalamnya suatu pernyataan pendirian bahwa kedua perangkat keyakinan tersebut independent, dan suatu dambaan agar keyakinan-keyakinan tersebut dihayati dan pernyataan pendirian itu diakui sebagai kebenaran oleh segenap orang yang menjadi anggota penuh dari kelompok social yang bersangkutan.

b. A.S Hornby menyatakan bahwa ideology adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi & politik atau yang dipegangi oleh seseorang / sekelompok orang.

c. Soejono Soemargono meyatakan secara umum “ideology” sebagai kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut bidang :

1. politik

2. social

3. kebudayaan dan

4. agama

d. Gunawan Setiardja merumuskan ideology sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia & seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.

e. Frans Magnis Suseno megatakan bahwa ideology sebagai suatu system pemikiran dapat dibedakan menjadi ideology tertutup dan ideology terbuka :

1. Ideologi tertutup, merupakan suatu system pemikiran tertutup, ideology ini mempunyai ciri sebagai berikut :

merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat.

Atas nama ideology dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakt.

Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu, melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkrit dan operasional yang keras yang diajukan dengan mutlak.

2. ideology terbuka, merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ideology terbuka mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :

bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri.

Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari consensus masyarakat tersebut.

Nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional.

Ada dua fungsi utama ideology dalam masyarakat (Ramlan Subekti, 1999) pertama sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat, kedua sebagai pemersatu masyarakat & karenanya ssebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi di masyarakat. Dalam kaitannya dengan yang pertama, nilai dalam ideology itu menjadi cita-cita atau tujuan dari masyarakat. Tujuan hidup bermasyarakat adalah untuk mencapai terwujudnya nilai-nilai dalam ideology itu. Dalam kaitannya yang kedua nilai dalam ideology itu merupakan nilai yang disepakati bersama sehingga dapat mempersatukan masyarakat itu, serta nilai bersama tersebut dijadikan acuan bagi penyelesaian suatu masalah yang mungkin timbul dalam kehidupan masyarat yang bersangkutan.

B. Landasan dan makna Pancasila sebagai ideology Bangsa

Adapun makna pancasila sebagai ideology nasional menurut ketetapan tersebut adalah bahwa niai-nilai yang terkandung dalam ideology Pancasila menjadi cita-cita normative penyelenggaraan bernegara. Secara luas dapat diartikan bahwa visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan yang berkeadilan.

Pancasila sebagai ideology nasional yang berfungsi sebagai cita-cita adalah sejalan dengan fungsi utama dari sebuah ideology. Sebagaimana dinyatakan diatas. Adapun fungsi lain ideology Pancasila sebagai sarana pemersatu masyarakat sehingga dapat dijadikan prosedur penyelaian konflik, dapat kita telusuri dari gagasan para pendiri Negara kita tentang pentingnya mencari nilai-nilai bersama yang dapat mempersatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia.

Banyak pihak telah sepakat bahwa Pancasila sebagai ideology nasional merupakan titik temu, rujukan bersama, kesepakatan bersama dan nilai integrative bagi bangsa Indonesia. Kesepakatan bersama bahwa Pancasila adalah ideology nasional inilah yang harus terus kita pertahankan dan tumbuh kembangkan dalam kehidupan bangsa yang plural ini.

Berdasarkan uraian diata, Pancasila sebagai ideology nasional Indonesia memiliki makna sebagai berikut :

1. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi cita-cita normative penyelenggaraan bernegara.

2. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama dan oleh karena itu menjadi salah satu sarana pemersatu (integrasi) masyarakat Indonesia.

C. Hakekat dan Fungsi Ideologi

Pada dasarnya ideology adalah hasil refleksi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Antara ideology & kenyataan hidup masyarakat terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideology makin realistis & di lain pihak mendorong masyarakat makin mendekati bentuk yang ideal. Ideology mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-cita. Dengan demikian terlihatlah bahwa ideology bukanklah sekedar pengetahuan teoritis belaka, tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideology adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk melaksanakannya.

Beberapa fungsi ideology :

  1. struktur kognitif, ialah keseluruhan penggetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami & menafsirkan dunia & kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya.
  2. orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujua dalam kehidupan manusia.
  3. norma-norma yang menjadi pedoman & pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak
  4. bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.
  5. kekuatan yang mampu menyemangati & mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan & mencapai tujuan.
  6. pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati serta memolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi & norma-norma yang terkandung di dalamnya.

Perbedaan pengertian-pengertian ideology dengan pandangan hidup adalah sebetulnya pandangan hidup juga memberikan orientasi dalam kehidupan manusia. Pandangan hidup tumbuh bersama kebudayaan dalam bentuk yang sederhana dan umum. Masyarakat biasapun memiliki semacam pandangan hidup yang menunjukkan tatanan bagi segala sesuatu yang berada dalam bumi ini. Namun disbanding ideology, pandangan hidup memberikan orientasi secara global dan tidak bersifat eksplisit, lebih terarah kepada kesseluruhan system masyarakat dalam berbagai aspeknya, dan dilakukan dengan cara dan penjelasan yang lebih logis dan sistematis. Oleh karena itu ideology lebih siap menghadapi jaman modern dengan kemajuan ikmu & teknologi. Walaupun demikian dapat terjadi bahwa pandangan hidup menjadi ideology. Ini berarti perlu dilakukan eksplisitasi lebih lanjut dari prinsip-prinsip dasarnya kedalam kondisi hidup yang modern dan membersihkannya dari unsure-unsur negative, agar mampu memberikan orientasi yang jelas dalam mencapai tujuan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

D. Perwujudan Ideologi Pancasila sebagai cita-cita bernegara

Perwujudan Pancasila sebagai ideology nasional yang berarti menjadi cita-cita penyelenggaraan bernegara terwujud melalui ketetapan MPR NO. VII/MPR/2001 tentang visi Indonesia di masa depan terdiri dari tiga visi yaitu :

  1. Visi ideal, yaitu cita-cita luhur sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 yaitu pada alinea keempat.
  2. Visi antara yaitu visi Indonesia 2020 yang berlaku sampai dengan tahun 2020
  3. Visi lima tahunan, sebagaimana termaktub dalam Garis-garis Besar Haluan Negara.

Pada Visi antara dikemukakan bahwa visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil sejahtera, maju & mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan Negara. Untuk mengukur tingkat keberhasilan perwujudan visi Indonesia 2020 dipergunakan indicator-indikator utama sebagai berikut :

  1. religius
  2. manusiawi
  3. bersatu
  4. demokratis
  5. adil
  6. sejahtera
  7. maju
  8. mandiri
  9. baik dan bersih dalam penyelenggaraan Negara

Mewujudkan bangsa yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil dan sejahtera pada dasarnya adalah upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai cita-cita bersama. Sebagai suatu cita-cita, nilai-nilai Pancasila diambil dimensi idealismenya sebagai nilai-nilai ideal, penyelenggara Negara hendaknya berupaya bagaimana menjadikan kehidupan bernegara Indonesia ini semekin dekat dengan nilai-nilai ideal tersebut.

Perwujudan Pancasila sebagai kesepakatan / nilai integrative bangsa adalah sebagai pemersatu dan prosedur penyelesaian konflik perlu juga dijabarkan dalam praktik kehidupan bernegara. Pancasila sebagai sarana pemersatu dalam masyarakat dan prosedur penyelesaian konflik itulah yang terkandung dalam nilai integrative Pancasila.Pancasila sudah diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai sarana pemersatu artinya sebagai suatu kesepakatan bersama bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya disetujui sebagai milik bersama.

Kedudukan nilai social bersama dimasyarakat untuk menjadi sumber normative bagi penyelesaian konflik bagi para anggotanya adalah hal penting. Masyarakat membutuhan nilai bersama untuk dijadikan acuan manakala konflik antar anggotanya terjadi. Pertentangan dan perbedaan dapat didamaikan dengan cara para pihak berseteru menyetujui dan mendasarkan pada sebuah nilai bersama. Dengan demikian integrasi dalam masyarakat dapat dibangun kembali. Nilai-nilai Pancasila hendaknya mewarnai setiap prosedur penyelesaian konflik yang ada di masyarakat. Secara normative dapat dinyatakan sebagai berikut, bahwa penyelesaian suatu konflik hendaknya dilandasi oleh nilai-nilai religius, menghargai derajat kemanusiaan, mengedepankan perstuan mendasarkan pada prosedur demokrattis dan berujung pada terciptanya keadilan.

E. Tahapan kesadaran Ideologi

Tiga tahapan kesadaran ideology adalah sebagai berikut :

1. Pancasila sebagai ideology Persatuan

Salah satu peranan Pancasila yang menonjol sejak permulaan penyelenggaraan Negara RI adalah fungsinya dalam mempersatukan seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang berkepribadian & percaya pada diri sendiri. Seperti kita ketahui, kondisi masyarakat sejak permulaan hidup kenegaraan adalah serba majemuk . masyarakat Indonesia bersifat multi etnis, multi religius & multi ideologis. Kemajemukan tersebut menunjukkan berbagai unsure yang saling berinteraksi. Berbagai unsure tersebut dapat memperkaya khasanah budaya untuk membangun kekuatan, tetapi sebaliknya dapat juga memperlemah kekuatan bangsa dengan berbagai perselisihan. Dalam konteks inilah Pancasila dipersiapkan sebagai ideology persatuan. Pancasila diharapkan mampu memberikan jaminan akan perwujudan misi politik tersebut, dimana masing-masing kekuatan social masyarakat merasa terikat & ikut bertanggungjawab atas masa depan negaranya.

2. Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan

Dalam GBHN khususnya GBHN 1988 menekankan bahwa pembangunan merupakan pengamalan Pancasila. Ini berarti bahwa dimensi Pancasila harus tetap diperhatikan sebagai nilai-nilai dasar, sehingga Pancasila memberikan pedoman yang jelas & mengikat bagi pembagunan, yaitu baik dalam mempersepsikan pembangunan, maupun dalam mengambil kebijaksanaan serta langkah untuk melaksanakan pembangunan.

3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Untuk menjawab tantangan dikalangan masyarakat dunia, Pancasila perlu tampil asebagai ideology terbuka, karena ketertutupan hanya membawa kepada kemandegan. Keterbukaan bukan berarti mengubah nilai-nilai dsar Pancasila, tetapi mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkrit, sehingga memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk memecahkan masalah-masalah baru. Suatu ideology adalah terbuka sejauh tidak dipaksakan dari luar, tetapi terbentuk justru atas kesepakatan masyarakat, sehingga merupakan milik masyarakat. Dalam ideology terbuka terdapat cita-cita & nilai-nilai yang bersifat mendasar. Kekuatan ideology terbuka adalah memiliki sifat yang dinamis & tidak akan membeku.

Posted by: Andi Taufiq | April 18, 2009

Psikologi

A. Karakteristik Perkembangan Emosi Remaja

Dimasa perkembangannya remaja sering memperhatikan keadaan tubuhnya yang mengalami proses perubahan. Sebagian remaja tidak terlalu memperhatikan pertumbuhannya tersebut tetapi ada pula yang selalu memperhatikan perubahan yang terjadi dan memikirkan normal tidaknya dirinya dibanding dengan teman sebayanya bila remaja merasa ketinggalan dari teman sebaya baik dalam pertumbuhan atau minat dan kegiatan lain akan muncul kekhawatiran apakah dirinya bisa menjadi dewasa. Bila remaja berpendapat bahwa dirinya tidak wajar, dan di tambah lagi dengan sikap orang-orang sekelilingnya yang kadang-kadang banyak menuntut, dan sebagainya, akan menjadi konsep diri negatif yang sulit dihilangkan dalam tahapan perkembangan berikutnya.

Salah satu dari beberapa konsekuensi masa remaja yang paling penting adalah pengaruh jangka panjang terhadap sikap, perilaku social, minat dan kepribadiaan. Bila sikap dan perilaku remaja kurang diterima oleh lingkungan dan dapat menghilang setelah keseimbangan perkembangan tercapai tidaklah menjadi masalah. Akan tetapi beberapa penelitian menemukan bahwa cirri kepribadian yang sudah berbentuk menjadi sulit dihilangkan. Sebagai contoh bagi laki-lakiyang mengalami kematangan seksual lebih awal secara social lebih menguntungkan bagi perkembangannya karena ia tumbuh lebih besar dari teman sebaya, lebih disegani dan sebagainya. Kekuatan dan ukuran tubuh yang melebihi teman sebaya akan meningkatkan citra dirinya diantara teman sebayanya. Tetapi tidak demikian dengan anak perempuan yang masa remajanya dating lebih awal. Kematangan awal yang terjadi pada anak perempuan sering menimbulkan rasa rendah diri karena akan muncul julukan atau sebutan yang kurang menyenangkan.

Perubahan sosial seperti adanya kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang ditunjukan remaja membuat mereka di masukkan dalam kategori remaja. Adanya peningkatan kecenderungan para remaja untuk melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang) setamat SLTA, membuat individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja, dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus berlangsung sepanjang rentang usia tersebut. Batasan remaja menurut usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Ada juga yang membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun.

Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok, yaitu:

a. Remaja awal : antara 11 hingga 13 tahun

b. Remaja pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun

c. Remaja akhir: antara 17 hingga 19 tahun.

Ciri-ciri emosi remaja berusia 12-15 tahun.

1. Pada usia ini seorang anak cenderung banyak murung dan tidak dapat diterka

2. siswa mungkin bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangan dalam hal rasa percaya diri.

3. ledakan kemarahan mungkin biasa terjadi, hal ini seringkali terjadi sebagai akibat dari kombinasi ketegangan psikologis, ketidakstabilan biologis dan kelelahan karena bekerja terlalu keras atau pola makan yang tidak teratur.

4. seorang remaja cenderung tidak toleran terhadap orang lain dan membenarkan pendapatnya sendiri yang disebabkan kurangnya rasa percaya diri.

5. siswa-siwi SMP mulai mengamati orang tua dan guru-gurunya mereka secara lebih obyektif dan mungkin menjadi marah apabila mereka ditipu dengan gaya guru yang bersikap serba tahu.

Ciri-ciri emosi remaja berusia 15-18 tahun.

  1. pembrontakan remaja merupakan ekspresi dari perubahan yang universal dari masa kanak-kanak dewasa.
  2. karena bertambahnya kedewasaan mereka, banyak remaja yang mengalami konflik dengan orang tua mereka, karena mungkin mengharap simpati dan perhatian dari orang tua.
  3. siswa pada usia ini seringkali melamun, memikirkan masa depan mereka, dan banyak diantara mereka yang terlalu tinggi penafsirannya terhadap kemampuan mereka sendiri dan merasa berpeluang besar untuk memasuki pekerjaan dan memegang jabatan tertentu.

Ciri-ciri emosi remaja berusia 18-22 tahun.

  1. pandangan moral remaja menjadi abstrak yaitu perilaku remaja yang suka saling bernasihat sesama teman dan kesukaanya pada kata-kata mutiara;
  2. pandangan moral remaja sering terpusat pada apa yang benar dan apa yang salah. Keadilan pada masa ini sering muncul sebagai kekuatan moral yang dominan. Sehingga remaja sangat antusias pada usaha-usaha reformasi social;
  3. penilaian moral pada remaja semakin mendasarkan diri pada perkembangan kognitif, yang mendorong remaja mulai menganalisis etika sosial dan mengambil keputusan kritis terhadap berbagai masalah moral yang dihadapnya;
  4. penilaian moral yang dilakukan remaja menunjukkan perubahan yang bergerak, sehingga remaja senang sekali bila dilibatkan dalam kegiatan memperjuangkan nasib bersama, kesetiakawanan kelompok yang kadang-kadang untuk ini remaja bersedia berkorban fisik;
  5. penilaian moral secara psikis juga berkembang menjadi lebih mendalam yang dapat merupakan sumber emosi dan menimbulkan ketegangan-ketegangan psikologis;
  6. remaja mulai mampu menahan diri, untuk tidak melampiaskan emosinya didepan umum, remaja mulai berusaha mempertimbangkan baik buruknya akibat yang ditimbulkan, sampai dia menemukan cara yang tepat dan aman untuk melampiaskan kemarahannya tersebut;
  7. remaja mulai mampu menganalisis situasi dengan kritis, dapat memberikan penilaian terhadap peristiwa atau perlakuan negative yang diterimanya dengan mempertimbangkan apakah hal itu benar atau tidak;
  8. remaja juga menunjukkan suasana hati yang lebih stabil, dan mulai tenang. Pada masa remaja akhir anak sudah tidak mudah lagi untuk dipengaruhi bisikan teman atau meniru perilaku orang-orang disekitarnya, semuanya sudah mulai dipikirkan akibatnya;

Beberapa emosi yang secara normal dialami remaja adalah

a. Cinta dan kasih sayang

Faktor penting dalam kehidupan remaja dalam kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberi cinta.

b. Gembira

Rasa gembira akan dialami bila segala sesuatunya bisa berlangsung dengan baik dan jika ia diterima dalam masyarakat atau bila ia jatuh cinta dan cintanya mendapatkan sambutan.

c. Kemarahan dan Permusuhan

Kenyataannya perasaan marah berhubungan dengan usaha manusia untuk memiliki dirinya dan menjadi dirinya sendiri. Rasa marah ini berfungsi sebagai usaha individu untuk menjadi seorang pribadi sesuai dengan haknya.

d. Ketakutan dan kecemasan

Beberapa orang mengalami rasa takut secara berulang-ulang dengan kejadian dalam kehidupan sehari-hari atau karena mimpi atau karena pikiran mereka sendiri. Beberapa orang dapat mengalami rasa ketakutan ini sampai berhari-hari bahkan bermingu-minggu.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja

Perkembangan emosi anak tergantung pada faktor kematangan dan faktor belajar. Reaksi emosional yang tidak muncul pada awal kehidupan tidak berarti tidak ada, reaksi tersebut mungkin akan muncul dikemudian hari. Masalah-masalah tersebut adalah :

  1. Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
  2. Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalah pahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orang tua.

Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah, penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan bunuh diri, keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis.

Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal, malu, kehilangan harga diri, dan mengalami gangguan emosional.

Remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Akibatnya timbul perasaan terasing, keputusasaan, absurditas, problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya.

Uraian di atas memberikan gambaran betapa majemuknya masalah yang dialami remaja masa kini. Tekanan-tekanan sebagai akibat perkembangan fisiologis pada masa remaja, ditambah dengan tekanan akibat perubahan kondisi sosial budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat seringkali mengakibatkan timbulnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau ganguan perilaku.

Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapai kematangan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. Perlu dicatat bahwa dalam kenyataan karena adanya berbagai sebab maka tidak semua orang dapat mencapai kematangan emosional secara sempurna, juga perlu dipahami bahwa kematangan dan kondisi emosi manusia bukan merupakan kondisi yang bersifat menetap. Tetapi merupakan proses panjang dan melalui irama yang seringkali naik turun dari waktu ke waktu.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :

Faktor Keluarga (Rumah Tangga)

Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan, dikemukakan bahwa anak / remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik / disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak / remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah).

Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli, antara lain:

a. Keluarga tidak utuh (broken home by death, separation, divorce)

b. Kesibukan orangtua, ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah

c. Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk)

d. Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak, dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis).

Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas, berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja, yaitu:

a. Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu

b. Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga

c. Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek / nenek

d. Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak

e. Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak

f. Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak

g. Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten, kontrol yang tidak cukup

Sebagaimana telah disebutkan di muka, maka anak / remaja yang dibesarkan dalam keluarga sebagaimana diuraikan di atas, maka resiko untuk berkepribadian anti soial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak / remaja yang dibesarkan dalam keluarga yang sehat / harmonis (sakinah).

Faktor Sekolah

Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut, antara lain;

a. Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai

b. Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai

c. Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang

d. Lokasi sekolah di daerah rawan, dan lain sebagainya.

Faktor Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial)

Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama, faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). Kriteria dari kedua faktor tersebut, antara lain:

a. Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan)

1) Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari

2) Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya

3) Pengangguran

4) Anak-anak putus sekolah/anak jalanan

5) Beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan

b. Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas)

1) Penyalahgunaan alkohol, narkotika dan zat aditif lainnya

2) Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal

3) Kebut-kebutan

4) Pencurian, perampasan, penodongan, pengompasan, perampokan

5) Tindak kekerasan lainnya

6) Coret-coret dan lain sebagainya

Kondisi psikososial dan ketiga faktor diatas, merupakan faktor yang kondusif bagi perkembangan emosi remaja. Yang pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap tingkah laku nya dalam kehidupannya di kemudian hari.

C. Pengaruh emosi terhadap tingkah laku

Keadaan emosi yang menyenangkan dan relaks berfungsi sebagai alat pembantu untuk mencerna, sedangkan perasaan tidak enak atau tertekan menghambat / menggangu pencernaan dalam berfikir. Gangguan emosi yang dapat menjadi penyebab kesulitan berbicara.

Reaksi setiap orang berbeda-beda terhadap orang yang dijumpainya, maka jika kita merespon dengan cara yang sangat khusus terhadap hadirnya individu-individu tertentu maka akan merangsang timbulnya emosi tertentu pula. Sikap takut, malu-malu atau agresif merupakan akibat dari ketegangan emosi atau frustasi dan dapat muncul dengan hadirnya individu-individu tertentu atau situasi-situasi tertentu. Sikap yang tidak menetu ini yang kemudian menjadi hal yang rawan dan akhirnya mudah sekali dipengaruhi, baik itu oleh orang lain atau oleh lingkungan sekitar tempat dia tinggal.

Sikap sosial remaja terutama yang berhubungan dengan proses sosialisasi dalam kelompok termanisfestasi dalam perilaku-perilaku sebagai berikut :

1. Kompetisi atau Persaingan

Persaingan dapat terjadi dalam kelompok yang biasanya berwujud persaingan yang sehat, tetapi dapat pula terjadi antar kelompok yang tidak sehat

2. Komformitas atau perilaku seragam

Kecenderungan peremajaan kea rah konformitas perilaku lebih banyak terlibat pada kelompok yang kurang terorganisir.

3. Menonjolkan diri atau menarik perhatian

Kecenderungan remaja untuk dapat membuktikan bahwa dirinya cukup berharga bagi kelompok merupakan dorongan utama pada perilaku untuk dapat menarik perhatian.

4. Menentang otoritas orang tua

Perilaku menentang otoritas orang tua dan orang dewasa lainnya yang dilakukan remaja, sering kali hanya dilandasi oleh rasa sekedar ingin berbeda dengan otoritas tersebut.

5. Kesadaran sosial

Sekalipun masih sering berbuat kesalahan, sebenarnya pada diri remaja telah tumbuh kesadaran akan perlunya saling memberi dan menerima dalam kehidupan bersama.

D. Masalah remaja dalam menghadapi perkembangannya

Masalah dalam proses sosialisasi pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik yang bersumber dari dirinya sendiri ataupun penyebab yang bersumber dari orang lain serta berbagai situasi dan kondisi sekitarnya. Secara rinci hambatan dalam bersosialisasi tersebut dapat di jelaskan dalam enam kategori sebagai berikut:

1. Pengalaman yang kurang menyenangkan

2. Kurang adanya bimbingan

3. tidak ada contoh yang baik

4. kurangnya kesempatan

5. tidak ada motivasi

6. Perbedaan norma sosial

Secara umum kehidupan social sangat berarti pada kehidupan kelompok remaja adalah hubungan dengan groupnya, hal ini tidak berarti bahwa lingkungan sosial yang lain dapat diabaikan begitu saja, karena kelompok remaja juga selalu berada dalam konteks masyarakat yang luas dan kompleks.

1. Remaja dan lingkungan sosialnya

Perkembangan kepribadian remaja merupakan hasil hubungan dan pengaruh timbale balik secara terus menerus antara pribadi dengan lingkungan social, karena merupakan sumber inspirasi yang dapat memberikan kekuatan fisik dan mental bagi mereka.

2. Hubungan remaja dengan orang tua

Dalam kehidupan berkeluarga seringkali muncul konflik antara orang tua dan anaknya yang menginjak remaja. Masalah yang dihadapi seringkali disebabkan oleh hambatan komunikasi antara kedua belah pihak.

3. Hubungan remaja, sekolah dan guru

masalah yang dihadapi remaja dengan sekolahnya biasanya kesulitan dalam menghadapi pelajaran disekolah, baik dalam lisan, tulisan maupun penyelesaian tugas.

4. Hubungan remaja dalam kehidupan kelompok

Kehidupan remaja dalam kelompoknya merupakan hal penting dalam kehidupan mereka karena mereka merasa diterima dan dihargai diantara teman sebayanya. Dan kelompok tersebut merupakan sumber yang dapat mengarahkan kecenderungan-kecenderungan yang kurang baik maupun yang baik.

ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH

Memang sulit untuk menemukan cara terbaik didalam menanggulangi kenakalan remaja, tetapi masyarakat, perseorangan bahkan pemerintah sekalipun dapat melakukan langkah-langkah yang paling memadai di dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap masalah tersebut.

Upaya-upaya tersebut dapat dapat dilakukan oleh berbagai lapisan yaitu :

1. Di dalam Keluarga

Pendidikan dalam keluarga adalah merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anak dan remaja. Pendidikan keluarga lebih menekannkan pada aspek moral atau pembentukan kepribadian dari pada pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan. Dasar dan tujuan pendidikan keluarga bersifat individual sesuai dengan pandangan hidup keluarga masing-masing.

ü Orang tua sebaiknya memposisikan dirinya dalam yang tidak lebih tinggi dari anak remaja dan tidak menggunakan otoritasnya secara berlebihan.

ü Orang tua sebaiknya menggunakan bahasa yang sama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan tidak hanya memberikan informasi tetapi juga ikut serta memecahkan masalah yang dihadapi remaja

ü Meskipun masing-masing sibuk, baik orang tua dan anak, tetapi sebaiknya seringkali berkomunikasi dan meluangkan waktu untuk bersama dalam kondisi yang santai dan tidak formal.

ü Orang tua harus memberi kesempatan dan kebebasan anak untuk mengembangkan kreativitasnya serta mengemukakan ide secara bebas

ü Saling memahami dan menghargai setiap perbedaan pandangan pada suatu masalah.

2. Di dalam lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan alami yang kedua yang dikenal anak-anak. Kondisi masyarakat yang beragam, maka remaja harus memahami kondisi tersebut. Tidak jarang para remaja berbeda pandanagan dengan para orang tua sehingga norma dan perilaku remaja dianggap tidak sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku. Keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi kenakalan remaja juga sangat diperlukan, keterlibatan tersebut dapat berupa :

ü Menciptakan kondisi masyarakat yang aman, nyaman dan menghilangkan tempat-tempat yang dapat menciptakan kondisi yang buruk.

ü Memberi nasihat secara langsung kepada anak yang bersangkutan agar anak tersebut meninggalkan kegiatannya yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, yakni norma hukum, sosial, susila dan agama

ü Membicarakan dengan orang tua anak yang bersangkutan dan dicari jalan keluarnya untuk menyadarkan anak tersebut.

ü Masyarakat harus berani melaporkan kepada pejabat yang berwenang tentang adanya perbuatan-perbuatan dan tempat yang bisa melanggar norma-norma sehingga segera dilakukan langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh agar hal-hal yang melanggar norma-norma tersebut tidak sampai mempengaruhi remaja.

3. Di dalam lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan wahana untuk mempersiapkan remaja memasuki dunia pekerjaan dan mempersiapkannya menduduki posisi jabatan tertentu, sehingga tuntutan dalam sosialisasi pada kelompok ini juga di sesuaikan dengan misi dari sekolah tersebut yaitu : tuntutan untuk punya prestasi akademik yang tinggi akan menjamin popularitas anak dalam lingkungan sekolah. Untuk dapat mencapai ini remaja dituntut untuk melaksanakan semua kewajibannya sebagai pelajar disamping ditunjang oleh potensi dasar yang dimiliki.

Keterlibatan lingkungan sekolah dalam menghadapi permasalahan remaja diantaranya :

ü Dalam proses belajar mengajar, pelajar di perlakukan sebagai individu yang berharga dimana suaranya didengar oleh guru agar ia merasa bahwa dirinya dikenal.

ü Belajar dalam kelompok remaja dapat lebih mudah bila adanya keseimbangan antara pembatasan dan otoritas dengan pemberian kebebasan yang bertanggung jawab dengan pengembangan kreativitas anak.

ü Guru harus memahami keberadaan remaja dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki sehingga remaja merasa aman dalam proses pembelajaran.

ü Pengembangan kepercayaan diri dan pemberdayaan bimbingan konseling di sekolah sangat membantu motivasi siswa dalam belajar.

ü Para pelajar lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pihak sekolah menyediakan fasilitas untuk kegiaan kurikuler tersebut agar siswa mempunyai kegiatan yang lebih padat sehingga tidak ada lagi waktu untuk dia berada di lingkungan yang salah dan melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat.

4. Pemerintah

Pemerintah juga sangat penting keterkaitannya dalam menanggulangi dan mencegah terjadinya kenakalan remaja. Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

ü Memperbaiki kehidupan warga masyarakat agar di bidang social ekonomi mengalami peningkatan, dan pengangguran dapat teratasi hal ini penting karena semakin sedikit pengangguran maka akan semakin berkurang hal-hal negative yang dilakukan masyarakat yang dapat mempengaruhi remaja

ü Pemerintah melakukan penyensoran film-film dan lebih menitik beratkan pada film-film yang bersifat mendidik

ü Mengadakan pengawasan terhadap peredaran buku-buku, komik, majalah, pemasangan iklan dan sebagainya.

ü Mengadakan ceramah melalui radio, televise maupun melalui media-media lain mengenai pendidikan pada umumnya.

ü Mengadakan sosialisasi dan penyuluhan terhadap bahaya-bahaya penyimpangan sosial. Misalnya penyuluhan akibat penggunaan narkoba, bahaya pergaulan bebas dan akibat yang ditimbulkannya.

Older Posts »

Categories